Rampok Bersenpi Bidan Dumai, Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Dilumpuhkan Polisi
- calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
- print Cetak

Para pelaku yang ditangkap beserta barang bukti yang berhasil diamankan polisi. Foto: Redlinews.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peristiwa perampokan terhadap bidan Siti Aisyah yang terjadi di Dumai terus berkembang dengan penangkapan dramatis terhadap para pelaku.
POLISI dikabarkan telah berhasil menangkap tiga dari empat pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut. Salah satu pelaku dilumpuhkan dengan tembakan karena berusaha melawan saat penangkapan berlangsung. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib.
Kejadian ini bermula ketika Siti Aisyah dipanggil oleh seorang pasien palsu yang memintanya datang ke rumah di Jalan Gunung Slamet, Bumi Ayu Dumai. Setelah memberikan perawatan medis, bidan tersebut ditodong dengan senjata api dan parang oleh empat pelaku.
Mereka memaksa Siti Aisyah menyerahkan barang-barang berharganya, termasuk uang tunai, handphone, dan perhiasan dengan total nilai mencapai puluhan juta rupiah. Tidak berhenti di situ, para pelaku juga menyekap Siti Aisyah dan memaksa menjual perhiasannya.
Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Primadona membenarkan peristiwa yang menimpa sang bidan. Bahkan, kasus itu kini ditangani jajaran Satreskrim Polres Dumai.
“Kasus ini menjadi prioritas kami dan kami akan memastikan semua pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegas Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Primadona
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang masih buron.
Media lokal telah menayangkan foto-foto para pelaku yang ditangkap beserta barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi sebagaimana dilansir Redlinews.
Namun, sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai pelaku serta detail penangkapan tersebut.
Barang bukti yang diamankan termasuk senjata api, parang, serta barang-barang berharga milik korban yang berhasil disita dari tangan para pelaku.
Suami korban, Syafrizan, menyatakan bahwa istrinya masih dalam keadaan trauma berat akibat kejadian tersebut.
“Istri saya masih trauma, belum bisa diwawancarai,” ujarnya kepada wartawan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat menangkap para pelaku yang telah membuat keluarganya menderita.**
- Penulis: Redaksi







