Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Aktivis 98 Sindir Abdul Wahid: Defisit Triliunan Tapi Kasur Mewah Tetap Dibeli

Aktivis 98 Sindir Abdul Wahid: Defisit Triliunan Tapi Kasur Mewah Tetap Dibeli

  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, KABARVIRAL – Sorotan tajam kembali diarahkan kepada Gubernur Riau Abdul Wahid, kali ini terkait pembelian kasur mewah senilai Rp149 juta oleh Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Riau di tengah kondisi defisit anggaran daerah yang mencapai triliunan rupiah.

Aktivis 98 yang juga pegiat pendidikan Riau, Erwin Sitompul, SPd, menyebut pembelian tersebut sebagai bentuk paradoks kepemimpinan.

“Efisiensi untuk siapa sih, Pak Gubernur? Slogan efisiensi anggaran ternyata nggak berlaku untuk semua,” sindir Erwin dalam keterangannya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari LSM Benang Merah, pembelian kasur mewah itu tidak berdiri sendiri. Ada juga pengadaan gorden, vitrase, dan karpet dengan total belanja mencapai Rp434 juta. Menariknya, seluruh belanja itu disebut dipecah menjadi beberapa paket, namun ditandatangani pada hari yang sama dengan rekanan yang sama.

Lebih mengherankan lagi, kata Erwin, pada tahun sebelumnya Biro Umum Setda Riau juga telah membeli jenis barang yang sama.

“Lah, ini gimana ceritanya di tahun yang berdekatan membeli barang yang sama? Apa memang secepat itu kasur, gorden, dan karpet harus diganti?” ujarnya penuh tanya.

Ironi semakin mencuat ketika diingat kembali pernyataan Gubernur Riau tiga bulan sebelum pembelian kasur mewah tersebut. Kala itu Abdul Wahid mengaku hanya tidur tiga jam per hari karena memikirkan solusi defisit anggaran daerah.

“Eh, ternyata kasur mewah tetap masuk list belanja. Ini seperti lelucon politik yang nggak lucu,” sindir Erwin.

Sementara itu, Idris, perwakilan LSM Benang Merah, menilai pembelian kasur mewah di tengah defisit anggaran adalah anomali kebijakan yang patut diusut.

“Wajar nggak, di tengah efisiensi dan defisit anggaran, pemimpin justru tidur di kasur ratusan juta? Ini harus diselidiki, karena ada indikasi pengadaan barang berulang tanpa urgensi yang jelas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Riau belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan pembelian kasur mewah tersebut, termasuk pengadaan gorden, vitrase, dan karpet yang disebut dilakukan berulang.

Di tengah tekanan defisit anggaran yang membebani berbagai sektor publik, publik kini menunggu jawaban Gubernur Abdul Wahid—apakah efisiensi hanyalah slogan, atau benar-benar menjadi prinsip dalam mengelola keuangan daerah.(red/Isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Singgung Ganja Saat Tegaskan Thrifting Ilegal Tak Bisa Dilegalkan

    Menkeu Singgung Ganja Saat Tegaskan Thrifting Ilegal Tak Bisa Dilegalkan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Pemerintah menegaskan tidak akan membuka ruang legal bagi aktivitas thrifting berbasis impor pakaian bekas ilegal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa barang bekas tetap dilarang masuk ke Indonesia, sekaligus memperingatkan para importir dan pelaku thrifting untuk menghentikan praktik tersebut demi melindungi industri tekstil nasional. “Saya nggak perlu dengan bisnis thrifting. Yang saya […]

  • PT Pelindo Regional 1 Dumai Tandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis

    PT Pelindo Regional 1 Dumai Tandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Dumai terus memperkuat komitmennya dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) melalui kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Jonatan Ginting, SE MH selaku Executive General Manager Pelindo Regional 1 Dumai dan Dr. Sri Odit Megonondo, SH., MH., […]

  • Kepala DPMPTSP Dumai dan 3 ASN Bea Cukai Diperiksa Kejagung 

    Kepala DPMPTSP Dumai dan 3 ASN Bea Cukai Diperiksa Kejagung 

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • 0Komentar

    Penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) periode 2020 – 2023 terus bergulir. Pada Rabu (3/7/2024) ini, Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa empat orang saksi. KAPUSPENKUM Kejaksaan Agung, Dr. Harli Siregar, mengungkapkan bahwa […]

  • Polisi Temukan Sabu dan Ekstasi di Rumah Tersangka PETI Kuansing

    Tak Hanya Emas Ilegal, Polisi Temukan Sabu dan Ekstasi di Rumah Tersangka PETI Kuansing

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Polda Riau mengungkap PETI di Kuansing. Polisi menyita emas ilegal, uang tunai Rp66 juta, serta menemukan sabu dan pil ekstasi di rumah tersangka. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melalui Subdit IV Tipidter berhasil mengungkap praktik penampungan dan pengolahan emas ilegal di Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Aktivitas ini […]

  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 10 Kilogram Sabu di Dumai, Kurir Dijanjikan Upah Rp100 Juta

    Polda Riau Gagalkan Peredaran 10 Kilogram Sabu di Dumai, Kurir Dijanjikan Upah Rp100 Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Polda Riau kembali menorehkan prestasi dalam pemberantasan narkotika. Seorang kurir berinisial SE ditangkap di parkiran Hotel The Zuri Dumai dengan barang bukti 10 kilogram sabu, ganja, dan pil happy five. Narkoba asal luar negeri ini diduga masuk melalui jalur laut di Pulau Rupat, Bengkalis. Lagi-lagi peredaran gelap narkoba dengan jumlah besar berhasil […]

  • OTT Abdul Wahid Ungkap Praktik Suap Berulang di Proyek Infrastruktur Riau

    OTT Abdul Wahid Ungkap Praktik Suap Berulang di Proyek Infrastruktur Riau

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – KPK melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid yang terkait suap dan gratifikasi proyek infrastruktur. Stranas PK dan mantan penyidik KPK menyoroti rawannya sektor pengadaan barang dan jasa serta pola korupsi berulang yang merugikan negara dan masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul […]

expand_less