Internet dan Telepon Mati Sejak Ahad Malam di Meranti, Akibat Kabel Putus Imbas Reruntuhan Jembatan
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Jaringan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti lumpuh total sejak Ahad malam (4/1/2026). Gangguan diduga akibat kabel putus imbas reruntuhan Jembatan Panglima Sampul, hanya provider Tri yang masih berfungsi terbatas.
Jaringan telekomunikasi berupa layanan telepon dan internet di sebagian besar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami gangguan serius hingga lumpuh total sejak Ahad malam (4/1/2026).
Gangguan mulai dirasakan warga sekitar pukul 19.15 WIB dan berdampak luas, termasuk di Selatpanjang yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Akibatnya, hampir seluruh layanan komunikasi tidak dapat digunakan. Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya jaringan provider Tri yang masih bisa mengakses jaringan telekomunikasi, meski dengan kualitas yang tidak stabil. Sementara operator lainnya tidak dapat digunakan baik untuk layanan telepon maupun internet.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhlisin SKom, membenarkan adanya gangguan tersebut.
“Benar, saat ini terjadi gangguan jaringan telekomunikasi di sebagian besar wilayah Kepulauan Meranti sejak malam hari,” ujar Muhlisin saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, gangguan jaringan disebabkan putusnya kabel jaringan akibat sisa patahan Jembatan Panglima Sampul yang sebelumnya ambruk.
“Informasi sementara yang kami terima, gangguan ini disebabkan putusnya kabel jaringan akibat sisa patahan Jembatan Panglima Sampul,” jelasnya.
Muhlisin menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan operator telekomunikasi dan instansi teknis terkait guna mempercepat proses perbaikan dan pemulihan jaringan.
“Kami terus berkoordinasi dengan operator dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik agar jaringan bisa segera normal kembali. Kami mohon masyarakat bersabar,” tambahnya.
Sementara itu, gangguan jaringan tersebut memicu keluhan luas dari masyarakat. Warga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan publik dan perbankan digital.
“Sejak pukul tujuh lewat malam jaringan langsung hilang. Telepon tidak bisa, internet mati total. Hanya Tri yang masih hidup, itupun tidak stabil,” keluh Andre, warga Selatpanjang.
Keluhan serupa juga disampaikan pelaku usaha dan pekerja daring yang terdampak langsung. Banyak transaksi terpaksa tertunda, aktivitas perkantoran terganggu, hingga layanan pendidikan berbasis daring tidak dapat berjalan.
“Operator lain benar-benar mati. Kalau tidak pakai Tri, kami sama sekali tidak bisa komunikasi,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait estimasi waktu pemulihan jaringan secara menyeluruh.
Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara cepat dan maksimal, mengingat jaringan telekomunikasi merupakan infrastruktur vital, terutama bagi Selatpanjang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti.***
- Penulis: Redaksi







