Rebutan Lapak di Cut Nyak Dien Berujung Ricuh, Pedagang Saling Lempar Piring
- calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Pekanbaru – Suasana malam di kawasan kuliner Jalan Cut Nyak Dien berubah ricuh setelah terjadi bentrokan antara pedagang lama dan pedagang baru pada Senin (14/10/24) malam. Bentrokan ini diduga dipicu oleh perebutan lapak dagang yang sebelumnya ditempati oleh pedagang lama, namun kini diisi oleh pedagang pindahan.
Insiden ini memanas setelah sejumlah pedagang saling adu mulut hingga berujung lempar-lemparan piring dan kursi. Suasana semakin kacau ketika keributan melibatkan banyak pedagang, membahayakan pengunjung yang tengah berada di lokasi. Kejadian ini berlangsung di belakang Kantor Gubernur Riau, sekitar pukul 20.00 WIB, tepat setelah salat Isya.
Selain perselisihan soal lapak, bentrokan ini juga diduga dipengaruhi oleh campur tangan pengelola kawasan sebelumnya. Meskipun kawasan kuliner tersebut telah diambil alih dan ditata ulang oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, pengelola lama masih diduga mengatur lapak dagang, sehingga memicu perselisihan antara pedagang.
Saling klaim atas kepemilikan lapak menjadi pemicu utama konflik, yang merusak suasana di kawasan yang biasanya menjadi tujuan kuliner warga Pekanbaru.
Pj Walikota Pekanbaru Turun Langsung
Mengetahui adanya keributan, Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru langsung turun ke lokasi untuk meredakan situasi. Dalam upayanya menenangkan para pedagang, Risnandar menegaskan bahwa kawasan kuliner Cut Nyak Dien kini sepenuhnya dikelola oleh Pemko Pekanbaru, dan tidak ada pihak lain yang berhak mengklaim pengelolaan.
“Jadi tidak ada lagi pihak yang mengaku punya lapak, atau tetangga punya. Semua ini sekarang sudah diatur oleh Pemko Pekanbaru,” tegas Risnandar saat berdialog dengan pedagang.
Ia juga mengimbau pedagang untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas dan tetap bersatu dalam menjaga ketertiban kawasan yang baru ditata ulang tersebut. Risnandar turut berterima kasih kepada para pedagang yang bersabar dalam proses penataan kawasan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman pedagang yang luar biasa pengertiannya dan mau bersabar menunggu kami menata kawasan ini. Kita semua bekerja sama untuk kebaikan bersama,” ujar Risnandar.
Setelah dialog langsung antara Pj Walikota dan pedagang, situasi di kawasan Cut Nyak Dien berangsur kondusif. Meski sempat terjadi ketegangan dan lempar-lemparan barang, tidak ada laporan mengenai korban luka serius akibat bentrokan tersebut.
Kawasan kuliner Jalan Cut Nyak Dien merupakan salah satu pusat kuliner yang sedang ditata oleh Pemko Pekanbaru. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung, namun proses penataan ini tak lepas dari berbagai tantangan, termasuk konflik perebutan lapak yang terjadi antara pedagang lama dan baru.
Pemko Pekanbaru berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan mengimbau semua pihak untuk bekerja sama menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan kuliner tersebut.(red/isa)
- Penulis: Redaksi







