PT SDS Raih Dua Penghargaan Dalam Ajang Riau Downstream Proposal Project Challenge 2025
- calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
- print Cetak

PT Sari Dumai Sejati sukses meraih dua penghargaan dalam ajang Riau Downstream Proposal Project Challenge 2025 yang digelar di Mariana Resort, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Sabtu (14/6/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMOSIR, KABARVIRAL – PT Sari Dumai Sejati sukses meraih dua penghargaan dalam ajang Riau Downstream Proposal Project Challenge 2025 yang digelar di Mariana Resort, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Sabtu (14/6/2025).
Ajang ini merupakan program kolaborasi Pemerintah Provinsi Riau dan Bank Indonesia yang bertujuan mendorong hilirisasi industri lewat peningkatan investasi dan inovasi. Selain itu, program ini juga memperkuat posisi Riau sebagai pusat pengolahan berkelanjutan di Indonesia.
PT Sari Dumai Sejati berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yaitu Peringkat Kedua dalam Kategori Penanaman Modal Asing (PMA). dan Penghargaan Khusus untuk Inovasi dan Teknologi atas kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk pengembangan industri hilir.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Helmi D yang hadir mewakili Gubernur Riau. Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Ahmad hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.
“Selamat kepada para penerima penghargaan. Kami harap pencapaian ini menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk terus mengembangkan inovasi dan berperan aktif dalam mendorong hilirisasi industri,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hilirisasi komoditas seperti kelapa, sawit, dan sagu memegang peran penting dalam meningkatkan nilai tambah dan taraf hidup masyarakat.
“Jika dimaksimalkan, hilirisasi mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan turut meningkatkan kesejahteraan daerah secara keseluruhan,” ujarnya.
Program ini dimulai Januari 2025 dan diikuti lebih dari 40 perusahaan yang mengajukan proposal resmi. Peserta diminta menyampaikan rencana investasi terkait program hilirisasi yang telah, sedang, atau akan dilaksanakan.
Seluruh proposal dinilai oleh tim lintas sektor yang melibatkan pemerintah dan akademisi. Penilaian mencakup kualitas proposal, pemanfaatan teknologi, dampak lingkungan, keberagaman produk, kemitraan dengan UMKM, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.(rls)
- Penulis: Redaksi






