Proyek JIAT Tahap II Bermasalah, Pekerja Klaim Tak Dibayar Sejak September 2025
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Puluhan pekerja borongan dan subkontraktor (subkon) di Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluhkan belum menerima hak pembayaran atas pekerjaan mereka di proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.
Proyek yang dikerjakan sejak September 2025 itu berada di bawah kontrak PT Trisakti Manunggal Perkasa International, perusahaan yang menjadi perwakilan pelaksana proyek di wilayah Riau.
Keluhan itu disampaikan para pekerja setelah berulang kali menagih pembayaran namun tidak mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan.
Johan Wahyudi, perwakilan dari kantor pusat PT Trisakti Manunggal Perkasa International, menyebut bahwa ia sudah menegaskan kepada Effendi, Direktur Cabang Wilayah Riau, untuk segera menyelesaikan pembayaran kepada seluruh subkontraktor dan pekerja.
Namun, menurut Johan, proses tersebut terkesan diperlambat dan tidak menunjukkan perkembangan.
“Seiring waktu, pengajuan pembayaran seperti sengaja diperlambat. Hanya janji demi janji, tapi tidak ada kepastian,” ujarnya.
Sementara itu, Sudirman, salah satu pengawas (mengesub) proyek, mengaku dirinya dan para pekerja lainnya seperti Afrizal dan Azri tetap bekerja menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik sejak dimulainya proyek pada September 2025.
Hingga kini, mereka mengaku belum menerima hak pembayaran yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan.
“Kami sudah menyelesaikan pekerjaan sumur bor dan pekerjaan fisik lainnya. Tapi sampai hari ini, hak kami belum dibayar,” kata Sudirman.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti serta instansi terkait dapat turun tangan untuk membantu para pekerja dan menindaklanjuti masalah tersebut.
“Kami hanya ingin hak kami dibayarkan. Kami minta pemerintah dan pihak terkait bisa bantu memperjuangkan ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan PT Trisakti Manunggal Perkasa International untuk meminta konfirmasi terkait keterlambatan pembayaran. Namun hingga saat ini, belum ada respons dari pihak perusahaan.***
- Penulis: Redaksi






