Petani Kuansing Tewas di Kebun Sawit, Keluarga Tolak Autopsi
- calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TELUKKUANTAN, KABARVIRAL – Seorang petani di Kuansing, B (50), ditemukan meninggal dunia di kebun sawit miliknya. Diduga korban mengalami serangan jantung akibat kelelahan. Keluarga menolak autopsi dan menyatakan peristiwa ini sebagai musibah.
Korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kebun miliknya, Selasa (13/5/2025) malam.
Diketahui B sebelumnya pergi ke kebun miliknya hendak memanen sawit sekira pukul 14.00 WIB.
Diketahui korban biasanya pulang ke rumah menjelang sore untuk makan. Namun, hingga malam, korban tak kunjung terlihat.
Kondisi ini menimbulkan kecemasan bagi istri korban inisial W, sehingga ia meminta bantuan tetangganya I untuk mencari keberadaan suaminya tersebut.
Pencarian pun dilakukan saksi I dan A. Sampai di lokasi kebun, rombongan yang melakukan pencarian menemukan sepeda motor milik korban terparkir di pinggir kebun.
Kemudian rombongan menyusuri area perkebunan dan menemukan korban dalam keadaan terbaring tak bernyawa di bawah pohon sawit, tidak jauh dari motor miliknya.
Para saksi lalu menghubungi pihak Puskesmas dan Polsek Cerenti untuk proses evakuasi.
Evakuasi berhasil dilakukan empat orang personel kepolisian dan tiga orang tenaga medis Puskesmas Inuman, serta warga sekitar, dengan membawa jasad korban ke rumah duka di Desa Lebuh Lurus.
Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Cerenti AKP Benny Afriandi Siregar, SH. MH saat mendapag laporan ia bersama personel langsung turun ke lokasi kejadian.
Tiba di TKP sekira pukul 19.30 WIB pihaknya mendapati korban telah dalam proses evakuasi petugas dari Puskesmas Kecamatan Inuman, dan personil yang lebih dulu berada di lokasi.
Menurutnya, dari keterangan pihak keluarga korban diketahui memang memiliki penyakit jantung dan telah menjalani pemasangan ring jantung.
Penyebab korban meninggal dunia, diduga karena serangan jantung akibat kelelahan saat bekerja di kebun.
“Korban memiliki riwayat sakit jantung dan sebelumnya telah menjalani pemasangan ring. Pihak keluarga sudah ikhlas menerima,” ujar Kapolsek Cerenti AKP Benny, Rabu (14/5/2025).
Jasad korban, kata Kapolsek, rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak untuk dimakamkan di sana.
Pihak keluarga katanya secara tertulis menyatakan bahwa peristiwa ini sebagai musibah dan tidak menginginkan autopsi dilakukan terhadap jenazah.
Atas peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera mencari pertolongan apabila merasa tidak sehat saat berada di lokasi terpencil atau bekerja di lapangan.**
Editor: Isa
Sumber: Riauterkini.com
- Penulis: Redaksi







