Pelindo Mengajar 2024 Di SMK Budi Dharma Dumai: Softskill Jadi Kunci Sukses Di Era Digital
- calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
- print Cetak

Executive General Manager PT Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting menyerahkan 2 unit IPAD untuk siswa/i berprestasi pada kegiatan 'Pelindo Mengajar 2024' di SMK Budi Dharma Dumai Rabu (11/9/2024).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Dumai – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Dumai kembali menggelar program Pelindo Mengajar 2024. Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan di SMK Budi Dharma Dumai pada Rabu (11/9/2024).
Program Pelindo Mengajar Tahun 2024 dilaksanakan di 64 sekolah di seluruh Indonesia. Pelindo Mengajar yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mengenalkan industri kepelabuhanan dan logistik kepada siswa sekolah menengah.
Program Pelindo Mengajar 2024 menjangkau lebih dari 150 siswa di setiap sekolah. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 64 pengajar yang terdiri dari Pimpinan Pelindo di Kantor Pusat, pimpinan Pelindo Regional, Sub Regional, Direksi Subholding, hingga Anak perusahaan Pelindo. Program ini memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 300 guru dan sekitar 9.500 pelajar di seluruh Indonesia.
Dan sebagai bentuk rasa kepedulian BUMN khususnya PT Pelindo (Persero) dalam hal bidang pendidikan, Pelindo Menyerahkan Bantuan untuk penunjang pendidikan sekolah Kepada Pihak Sekolah SMKS Budi Dharma dalam bentuk Alat TIK sebanyak 3 unit Laptop dan juga 2 unit IPAD untuk siswa/i yang berprestasi.

Executive General Manager PT Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting saat melakukan dialog interaktif dengan siswa pada kegiatan ‘Pelindo Mengajar 2024’ di SMK Budi Dharma Dumai.
Ratusan siswa SMK Budi Dharma Dumai antusias mengikuti acara yang dihadiri langsung oleh Executive General Manager PT Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting. Beliau juga didaulat sebagai narasumber utama dalam acara tersebut.
Dalam paparannya, Jonatan Ginting menekankan pentingnya penguasaan softskill bagi generasi muda untuk menembus dunia kerja yang semakin kompetitif. “85 persen kesuksesan ditentukan oleh softskill, seperti kemampuan komunikasi, membangun jaringan, dan penguasaan teknologi informasi,” ujarnya.
Jonatan Ginting menjelaskan bahwa di era digital yang terus berkembang, softskill seperti kemampuan komunikasi, membangun jaringan, dan penguasaan teknologi informasi menjadi semakin krusial.
Kemampuan komunikasi yang baik memungkinkan seseorang menyampaikan ide dengan jelas dan efektif, berkolaborasi dengan beragam individu. Membangun jaringan membuka peluang baru dan memberikan dukungan dalam mencapai tujuan. Penguasaan teknologi informasi menjadi esensial karena hampir semua aspek kehidupan melibatkan teknologi.
“Selain itu,” tambah Jonatan Ginting, “kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi juga penting. Dengan kombinasi softskill yang tepat, generasi muda dapat siap menghadapi tantangan dan meraih sukses di era digital.”
Jonatan Ginting juga mengingatkan siswa untuk bijak menggunakan media sosial. “Manfaatkan untuk memperluas jaringan, bukan untuk pamer atau menyebarkan konten negatif,” pesannya.
Dengan acara ini, diharapkan para siswa SMK Budi Dharma Dumai terinspirasi dan termotivasi untuk mengembangkan diri, meraih kesuksesan di masa depan.(isa)
- Penulis: Redaksi






