Pabrik Susu Sintetis Beracun Digerebek, Campurannya Deterjen hingga Urea
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Food NDTV
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Pabrik susu sintetis beracun digerebek otoritas pangan di Gujarat, India. Produk ilegal ini dicampur deterjen hingga pupuk urea dan diduga telah beredar luas, mengancam kesehatan konsumen.
Praktik kotor produksi susu sintetis yang mengancam nyawa konsumen terbongkar setelah otoritas keamanan pangan melakukan penggerebekan besar-besaran di distrik Sabarkantha, Gujarat, India. Pabrik ilegal tersebut kedapatan mengolah cairan berbahaya menyerupai susu dengan campuran bahan kimia mematikan seperti deterjen hingga pupuk urea.
Operasi gabungan yang dipimpin oleh Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) bersama aparat kepolisian setempat ini menyasar unit produksi bernama Shree Satya Dairy Products pada Minggu (8/2/2026). Penyelidikan mengungkap bahwa fasilitas maut ini telah beroperasi secara ilegal selama hampir lima tahun.
Modus yang digunakan pelaku tergolong sangat sadis. Untuk menghasilkan sekitar 1.800 liter susu imitasi, mereka hanya menggunakan 300 liter susu asli. Sisanya, massa cairan ditambah menggunakan minyak kelapa sawit, minyak kedelai, bubuk whey, soda kaustik, hingga deterjen dan pupuk urea guna memanipulasi warna, tekstur, serta kadar protein agar menyerupai aslinya.
“Penyelidikan awal menunjukkan fasilitas tersebut telah beroperasi secara ilegal selama hampir 5 tahun,” lapor otoritas keamanan pangan dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari Food NDTV.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita 1.962 liter susu palsu dan lebih dari 1.100 liter buttermilk yang telah terkontaminasi bahan kimia. Sebagai langkah pencegahan, sekitar 1.370 liter produk berbahaya langsung dimusnahkan di lokasi kejadian agar tidak sempat mencapai meja makan konsumen.
Produk racikan Shree Satya Dairy Products ini diketahui telah didistribusikan secara luas ke berbagai kota dan desa di wilayah Sabarkantha hingga Mehsana. Saat ini, pabrik tersebut telah resmi disegel, sementara sampel produk dikirim ke laboratorium untuk mengukur tingkat toksisitas dan dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat yang telah mengonsumsinya.
FSSAI kini tengah menelusuri jaringan distribusi lebih luas untuk memastikan tidak ada produk serupa yang tersisa di pasaran. Masyarakat pun diminta untuk tidak tergiur harga murah dan segera melaporkan produk susu dengan ciri fisik yang mencurigakan kepada pihak berwenang.***
- Penulis: Redaksi







