Begini Sejarah Simbol @ hingga Jadi Ikon Alamat Email
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (KABARVIRAL.CO) – Simbol @ yang kini identik dengan alamat email ternyata sudah ada sejak abad ke-16. Simak sejarah asal-usul simbol @ hingga dipilih Ray Tomlinson untuk email pertama di dunia.
Tidak banyak orang yang tahu kalau ternyata simbol @ untuk alamat email telah ada sejak ratusan tahun lalu. Begini asal usulnya.
Menurut catatan sejarah, dilansir dari Smithsonian Magazine, Senin (11/5/2026), simbol ini pertama kali tercatat pada 1536 dalam sebuah surat dari seorang pedagang di Florence. Pedagang ini awalnya menggunakan @ untuk menunjukkan satuan anggur yang dikirim dalam guci tanah liat besar.
Banyak teori yang menyatakan bahwa simbol @ berasal dari kata Latin ‘ad’, yang kemudian disingkat oleh para juru tulis abad pertengahan. Tujuan mereka melakukannya, yaitu untuk menghemat waktu saat menyalin dokumen secara manual.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa @ pernah muncul dalam manuskrip kuno. Bahkan, simbol ini menggantikan huruf dalam konteks tertentu, meskipun belum ada bukti yang dapat menyakinkannya.
Namun pada abad ke-19, simbol @ menjadi populer dalam dunia akuntansi. Mereka menggunakannya untuk mencatat harga penjualan seperti, “10 barang @ USD 5,” dan kemudian diadopsi ke dalam mesin tik.
Lalu pada 1971, ketika seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson menghadapi masalah yang membingungkan. Dirinya bertanya-tanya bagaimana menghubungkan orang-orang yang memprogram komputer satu sama lain. Pada saat itu, setiap programmer biasanya terhubung ke mesin mainframe tertentu melalui sambungan telepon dan mesin teletype.
Sayangnya, komputer-komputer ini tidak terhubung satu sama lain, sebuah kekurangan yang ingin diatasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) ketika mempekerjakan BBN Technologies, perusahaan di Cambridge, Massachusetts, tempat Tomlinson bekerja, untuk membantu mengembangkan jaringan yang disebut Arpanet, cikal bakal Internet.
Tantangan Tomlinson di sini adalah bagaimana cara mengirimkan pesan yang dibuat oleh orang melalui Arpanet kepada orang lain dengan komputer berbeda. Pikirnya, alamat tersebut membutuhkan nama individu, serta nama komputer yang mungkin digunakan oleh banyak pengguna.
Simbol yang memisahkan kedua elemen alamat tersebut tidak boleh sudah digunakan dalam program dan sistem operasi. Hal ini bertujuan agar nantinya komputer yang dipakai tidak bingung. Mata Tomlinson tertuju pada simbol @, yang terletak di atas huruf ‘P’ pada mesin teletype Model 33 miliknya.
“Saya terutama mencari simbol yang tidak banyak digunakan. Dan tidak banyak pilihan-tanda seru atau koma. Saya bisa saja menggunakan tanda sama dengan (=), tetapi itu tidak akan masuk akal. Mungkin untuk menyelamatkannya dari nasib yang sama seperti simbol ‘sen’ pada keyboard komputer,” kata Tomlinson.
Tomlinson pun mencoba mengirimkan email kepada dirinya sendiri. Ia memanfaatkan dua mesin teletype di kamarnya yang terhubung Arpanet, untuk menguji pengiriman email pertama kalinya.
Sayangnya Tomlinson dia tidak ingat apa yang dia tulis dalam email pertamanya itu. Meski begitu, dengan pesan tersebut, @ yang dulunya hampir usang, menjadi simbol kunci dari sebuah revolusi dalam cara manusia terhubung.(dtc)
- Penulis: Redaksi






