Minum Air Putih Bisa Bikin Kulit Glowing? Ini Penjelasan Dokter
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (KABARVIRAL.CO) – Cukup minum air putih ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Simak penjelasan dokter soal hubungan hidrasi tubuh dengan kulit glowing dan sehat.
Banyak orang fokus merawat kulit dari luar, mulai dari memakai skincare hingga treatment tertentu. Padahal, menjaga kesehatan kulit juga perlu dimulai dari dalam tubuh, salah satunya dengan memastikan kebutuhan cairan harian tercukupi.
Dokter yang juga praktisi estetika, dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center, mengatakan apa yang dikonsumsi sehari-hari memang dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk asupan air putih. “Kalau kita kekurangan air putih atau cenderung dehidrasi, otomatis kulit akan terasa lebih kering,” jelasnya.
Saat tubuh kekurangan cairan, kulit biasanya ikut kehilangan kelembapannya. Kondisi ini membuat kulit terasa lebih kering, kasar, dan kurang nyaman. Pada beberapa orang, kulit yang terlalu kering bahkan bisa memicu keluhan lain seperti gatal, kemerahan, hingga iritasi.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penambahan konsumsi air putih sekitar 2 liter per hari dapat membantu meningkatkan hidrasi lapisan kulit dan elastisitas kulit, terutama pada orang yang sebelumnya kurang minum. Meski efeknya tidak instan, hidrasi yang cukup dinilai membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat dari dalam.
Karena itu, minum air putih yang cukup menjadi langkah paling dasar untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat. Sebab, saat kulit terlalu kering akibat kurang cairan, kulit bisa terasa lebih sensitif dan kurang nyaman, sehingga perawatan dari luar mungkin terasa kurang maksimal.
Kurang minum air putih tidak selalu langsung terasa lewat rasa haus. Pada beberapa orang, kondisi ini juga bisa terlihat dari perubahan kondisi kulit. Berikut beberapa tanda yang sering muncul:
Kulit terasa lebih kering. Saat tubuh kekurangan cairan, kulit lebih mudah kehilangan kelembapannya sehingga terasa kering dan kurang nyaman. Kulit tampak kusam dan kasar. Hidrasi yang kurang dapat membuat permukaan kulit terlihat kurang segar dan terasa lebih kasar dibanding biasanya. Kulit terasa lebih sensitif. Kulit yang terlalu kering cenderung lebih mudah mengalami kemerahan, gatal, atau iritasi ringan karena fungsi skin barrier ikut terganggu.
Elastisitas kulit berkurang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hidrasi tubuh berkaitan dengan kelembapan dan elastisitas lapisan terluar kulit atau stratum corneum. Saat hidrasi menurun, kulit bisa terasa kurang kenyal.
Namun, kondisi kulit kering tidak selalu hanya disebabkan kurang minum air putih. Faktor lain seperti paparan AC terlalu lama, sinar matahari, penggunaan skincare yang terlalu keras, hingga kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi kulit sehari-hari.
Banyak orang percaya rutin minum air putih bisa membuat kulit jadi glowing. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi efeknya juga tidak instan dan bukan satu-satunya penentu kulit sehat.
Air putih membantu menjaga hidrasi tubuh, termasuk kelembapan kulit. Saat tubuh terhidrasi dengan baik, kulit biasanya terasa lebih nyaman, tidak terlalu kering, dan tampak lebih segar. Namun, kondisi kulit tetap dipengaruhi banyak faktor lain seperti pola makan, kualitas tidur, hormon, stres, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan merawat kulit sehari-hari.
Karena itu, minum air putih sebaiknya tidak dianggap sebagai “jalan pintas” untuk mendapatkan kulit glowing. Hidrasi tetap penting sebagai fondasi dasar kesehatan kulit, tetapi hasil yang lebih optimal biasanya perlu didukung pola hidup sehat dan perawatan kulit yang konsisten.(dtc)
- Penulis: Redaksi






