kabarViral, Rokan Hilir — Aktivitas mencurigakan di jalur tikus sekitar Pelabuhan Pedamaran II kian menjadi sorotan publik. Jalur yang diduga luput dari pengawasan ketat tersebut disebut-sebut menjadi akses keluar-masuk barang ilegal, mulai dari rokok tanpa cukai hingga komoditas buah seperti mangga yang tidak melalui prosedur resmi.
Sorotan keras datang dari Himpunan Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa Rokan Hilir (Hippemarohi) Pekanbaru. Ketua Presiden Hippemarohi, Akas Virmandi, secara tegas menyampaikan keprihatinannya terhadap lemahnya pengawasan di kawasan tersebut yang berpotensi merugikan negara dan merusak tatanan ekonomi lokal.
“Ini bukan persoalan kecil. Jalur tikus di Pelabuhan Pedamaran II diduga sudah lama menjadi pintu masuk barang ilegal. Rokok tanpa cukai jelas merugikan negara, sementara komoditas seperti mangga yang masuk tanpa kontrol juga bisa berdampak pada petani lokal,” tegas Akas.
Menurutnya, praktik ilegal semacam ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya celah pengawasan, bahkan ia menduga adanya keterlibatan oknum tertentu yang membiarkan aktivitas tersebut terus berlangsung.
“Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Riau, untuk segera turun tangan dan melakukan monitoring intensif di lokasi tersebut. Jangan sampai mafia ilegal semakin leluasa karena pembiaran,” tambahnya.
Akas juga menekankan bahwa jika tidak segera ditindak, jalur tikus ini bisa menjadi titik rawan penyelundupan yang lebih besar, tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan keamanan yang lebih luas.
“Penegakan hukum harus tegas, transparan, dan tidak tebang pilih. Jika benar ada praktik ilegal, siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” ujarnya dengan nada keras.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pengawasan di kawasan Pelabuhan Pedamaran II. Namun desakan publik kian menguat agar aparat segera bertindak sebelum praktik ilegal ini semakin mengakar.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan menutup celah-celah penyelundupan di wilayah pesisir Rokan Hilir.(fad)


















