Kabarviral, Pelalawan – Seorang bocah berinisial AYA (13) ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/10/2024). Korban diduga tenggelam di Sungai Kerinci, Desa Makmur, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan hingga jasad korban ditemukan pada Ahad (20/10/2024) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut keterangan orang tua korban, AYA meninggalkan rumah sekitar pukul 12.00 WIB tanpa pamit. Pihak keluarga mulai khawatir ketika hingga petang anak mereka tak kunjung pulang. Setelah menanyakan kepada tetangga, orang tua korban mendapat informasi bahwa anak mereka terakhir terlihat menuju Sungai Kerinci yang terletak di belakang perumahan.
Orang tua AYA segera menuju sungai dan menemukan sepeda milik anak mereka di tepi sungai, namun keberadaan AYA tidak diketahui. Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian, dengan dugaan bahwa AYA tenggelam di sungai.
Pencarian korban melibatkan tim gabungan dari Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, BASARNAS Provinsi Riau, dan BPBD Kabupaten Pelalawan, dengan total personel sebanyak 48 orang. Upaya pencarian dimulai sejak Sabtu sore dan terus dilakukan secara intensif hingga jasad AYA ditemukan pada hari berikutnya.
Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri, memimpin langsung proses pencarian bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Viola Dwi Anggreni. Kapolres menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian,” ungkap AKBP Afrizal Asri.
Setelah ditemukan, jenazah korban dibawa ke RS Selasih untuk dilakukan visum. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Perum Solarindo SP. 6, Desa Makmur.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di area berbahaya seperti sungai.
“Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dari orang tua saat anak-anak berada di sekitar tempat-tempat berbahaya, seperti sungai atau area lainnya yang bisa mengancam keselamatan,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang turut terlibat dalam pencarian korban. (red/isa)


















