Dua Remaja Nyaris Tewas Dihajar Massa, Diduga Pelaku Begal di Pekanbaru
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARVIRAL – Dua remaja di Pekanbaru nyaris tewas setelah dihajar massa karena diduga melakukan pembegalan di Jalan Naga Sakti, Kecamatan Bina Widya Sabtu (8/11/2025) dini hari. Polisi menegaskan tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dan meminta warga menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
Kedua remaja berinisial AR (17) dan MD (18) diduga terlibat dalam aksi pembegalan di kawasan tersebut. Namun, sebelum sempat melarikan diri, warga yang sudah curiga lebih dulu mengepung dan memukuli keduanya hingga tak berdaya.
Sekitar pukul 01.00 WIB, situasi sempat mencekam. Amarah warga yang tersulut membuat keduanya babak belur sebelum aparat kepolisian tiba untuk mengamankan situasi. Petugas dari Polsek Bina Widya yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi AR dan MD ke rumah sakit.
“Benar, dua remaja yang diduga pelaku begal sudah diamankan warga dan kini sedang menjalani perawatan. Pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi mereka stabil,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bina Widya, IPTU Santo Marlando.
Keduanya sempat dirawat di RS Awal Bros sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Pekanbaru karena mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh. Polisi kini masih menyelidiki dugaan keterlibatan mereka dalam tindak kejahatan tersebut, termasuk mencari kemungkinan korban dan barang bukti di lokasi kejadian.
IPTU Santo menegaskan, meski tindakan warga dilatarbelakangi rasa kesal terhadap maraknya begal, namun aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan. “Kami minta warga tidak bertindak sendiri. Serahkan proses hukum kepada pihak berwenang,” tegasnya.
Kasus ini menjadi cerminan ketegangan sosial di tengah meningkatnya rasa takut warga terhadap aksi kejahatan jalanan. Di sisi lain, aparat keamanan diharapkan memperkuat patroli malam dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, agar amarah massa tidak kembali meledak menjadi kekerasan. ***
Editor: isa
Sumber: GoRiau
- Penulis: Redaksi






