Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Dicerai Suami Jelang Dilantik PPPK, Fitri Kini Banjir Dukungan & Dilirik Denny Sumargo

Dicerai Suami Jelang Dilantik PPPK, Fitri Kini Banjir Dukungan & Dilirik Denny Sumargo

  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL – Kisah pilu Imelda Safitri, istri di Aceh Singkil yang diceraikan suami jelang pelantikan PPPK, kini berbalik penuh berkah. Setelah kisahnya viral, Fitri banjir dukungan publik hingga menarik perhatian Denny Sumargo yang ingin mengundangnya ke Podcast Curhat Bang.

Sebelumnya, Fitri mengungkapkan bahwa rumah tangganya kandas dua hari menjelang pelantikan suaminya sebagai PPPK Satpol PP di Aceh Singkil.

Ia merasa diceraikan justru ketika suaminya telah berhasil meraih jabatan yang selama ini mereka perjuangkan bersama.

“Dia karena mau jabatan, dia tinggalkan saya. Padahal kami dulu berjuang dari nol. Saya berharap setelah dia dilantik bisa bantu perekonomian, tapi malah saya yang ditinggal,” kata Fitri lirih sebagaimana dilansir dari Serambinews.com baru-baru ini.

Fitri bahkan mengaku sempat membeli sendiri seragam dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya dari hasil berjualan cabai dan sayuran di pasar.

“Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Pas sampai barang COD, saya yang bayar. Saya bantu dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK,” tuturnya.

Namun, setelah kisahnya viral di media sosial, Fitri kini banjir dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan selebriti dan aktivis perempuan.

Denny Sumargo Ingin Hadirkan Fitri di Podcast Curhat Bang
Kabar terbaru, tim Podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo telah menghubungi akun TikTok milik Rita Sugiarti Ricentil Panggabean, salah satu konten kreator yang pertama kali membagikan kisah Fitri di Facebook dam telah ditonton 5,2 juta kali tayangan.

“Halo kak, selamat malam. Aku Iko dari tim Curhat Bang. Aku lihat postingan kakak soal wanita yang diceraikan setelah P3K. Apakah kakak bisa bantu kami menghubungi ibu tersebut?” tulis pesan dari tim Denny Sumargo @curhatbang.id kepada Rita.

Rita membagikan kabar bahagia itu lewat unggahan di Facbook pada Kamis, (23/10/2025). Rita mengungkap komunikasinya dengan Denny Sumargo bisa menjadi peluang masa depan indah untuk Fitri.

“Alhamdulillah ya Mel, Safitri Alshop Aceh mulai sekarang makin panjang jalan terindahmu sudah dimulai,” kata Rita sembari menandai akun Curhat Bang Denny Sumargo.

Shella Saukia Siap Beri Modal Usaha
Tak hanya Denny Sumargo, selebgram Shella Saukia juga turut memberikan dukungan untuk Fitri.

Diketahui, saat ini Shella sudah berada di Banda Aceh dan berencana bertemu langsung dengan Fitri untuk memberikan modal usaha.

Dalam Instagram Stories-nya, Shella menulis dengan penuh empati:

“Aku melihat kakak ini persis melihat hidupku di masa lalu. Naik mobil L300 bawa anak bayi. Ya Allah, aku tahu betapa sakitnya hidup kakak ini. Semoga Allah mudahkan aku bisa ketemu kakak ini ya,” ungkap Shella.

Shella yang juga pengusaha skincare itu menambahkan, pertemuannya dengan Fitri akan membuat ibu dua anak itu tampil lebih cantik lagi.

“Bismillah bisa glow up lagi kita, kak. Ada sedikit rezeki untuk modal kakak buka usaha di tempat orang tua. InsyaAllah bisa berjaya dan kaya raya,” timpalnya.

Didampingi Gernas PPA
Sebelumnya, Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Gernas PPA) juga menyatakan siap mendampingi Fitri dan anak-anaknya.

Wakil Ketua Umum Gernas PPA, Rica Parlina, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus tersebut agar Fitri mendapatkan keadilan.

“Kami siap mendampingi dan Korwil Aceh Gernas PPA akan menemui Ibu Fitri. Kita juga siap berjuang bersama AMSA untuk memperjuangkan Ibu dan anak-anak agar suaminya mendapat pelajaran,” ujar Rica Parlina di akun Instagramnya.

Kini, kisah Fitri menjadi inspirasi banyak orang tentang keteguhan hati seorang perempuan yang tetap kuat meski dikhianati di puncak perjuangan.

Dari luka dan air mata, Fitri kini mulai menuai rezeki dan perhatian dari berbagai kalangan.

Duduk Perkara Istri di Aceh Singkil Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK
Kisah pilu ibu dua anak di Aceh Singkil bernama Melda Safitri (33) dengan akun Facebook Safitri Alshop Aceh kembali menjadi sorotan publik.

Ia diceraikan suaminya hanya tiga hari sebelum pelantikan dan penerimaan SK PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Melda Safitri atau yang akrab disapa Fitri ini membagikan kisahnya, ia diceraikan sang suami menjelang pelantikan PPPK.

Kisah ini pertama kali viral lewat unggahan akun Facebook Rita Sugiarti Ricentil Panggabean, yang memperlihatkan momen haru saat Fitri diantar para tetangganya naik mobil L300, membawa barang-barang rumah tangga menuju kampung halamannya di Aceh Selatan.

Video tersebut diunggah pada Minggu, 19 Oktober 2025 hingga ditonton lebih dari 700 ribu kali tayangan.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik itu, para tetangga dari kelurahan Siti Ambia Dalam, Aceh Singkil tampak membantu memindahkan barang dan memberikan pelukan perpisahan.

“Selamat jalan sahabat kami, Fitri. Semoga bahagia segera kau dapati,” tulis Rita dalam caption-nya.

Video tersebut kini telah disaksikan ratusan ribu pasang mata dan menuai ribuan komentar warganet yang turut bersimpati dengan nasib Fitri.

Marah karena Tak Ada Lauk

Dalam wawancara terbaru dengan Serambinews.com, Fitri menceritakan kronologi sebenarnya di balik peristiwa yang viral itu.

Ia mengungkapkan bahwa penyebab perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah, ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan. Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum sang suami menerima SK PPPK.

“Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” ujar Fitri dengan suara bergetar.

Suami Fitri terus berlanjut marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga dinilai melukai harga dirinya. Malam itu juga, suami Fitri pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam.

Amarah suami Fitri terus berlanjut hingga keesokan harinya.

Karena kesal, Fitri lantas membalas ucapan suami yang dinilai menyakitkan hatinya hingga terjadi ribut besar.

“Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. ‘Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?’ Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia. Setelah itu, saya pergi cuci piring karena capek ribut terus,” ungkapnya.

Saat Fitri mencuci piring, ternyata suaminya sudah membungkus baju lalu pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor.

Saat kembali ke rumah, sang suami langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga.

“Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya,” ungkap Fitri.

Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, sang suami dilantik menjadi PPPK.

Fitri menegaskan, suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK.

“Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga,” ujar Fitri.

Namun, lanjutnya, harapan itu justru pupus.

“Begitu dikasih Allah rezeki, dia malah ceraikan saya. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu,” tuturnya dengan nada kecewa.

Fitri bahkan mengaku sudah sejak jauh hari membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil ia berjualan cabai dan sayuran di pasar.

“Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan. Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK,” tutur Fitri lirih.

Dua bulan pasca diceraikan secara lisan, hingga Oktober ini Fitri mengaku bertahan dari hasil jualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya.

Dari hasil tersebut dia juga mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

Selama masa itu pula, Fitri dan suaminya telah melakukan mediasi disaksikan kedua orang tua dan pihak Kepala Desa, namun sang suami tetap bersikeras untuk menceraikannya.

“Bahkan katanya dia mau menceraikan saya sejak lama, tapi dulu posisi saya masih hamil dan saya baru tahu waktu mediasi,” ungkap Fitri.

Jauh sebelum ini, Fitri mengungkap jika dulu pernikahannya memang sempat tidak direstui oleh ibu mertua.

Bahkan setelah mereka menikah pada tahun 2020, mertua sering ikut campur.

“Sampai dulu suami saya itu pernah bantu saya cuci piring, pernah bantu saya menyuci. Itu dia bicarakan ke orang-orang. Seperti seorang tua tadi dia bicarakan ke tetangga-tetangga dia.

Dia bilang anak saya dibubudak-budak oleh dia, sama tetangga-tetangga. Dia suruh perempuan bantu. Awalnya saya diam, tapi lama-lama saya diinjak,” timpalnya.

Saat ini, Fitri mengaku sangat kecewa. Bahkan ia bersikeras tidak ingin kembali jika suatu waktu suaminya memintanya kembali.

Saya Tidak Malu, Saya Hanya Ingin Dihargai
Fitri menegaskan bahwa dirinya tak berniat membuka aib rumah tangga. Ia hanya ingin menyuarakan bagaimana perjuangan seorang istri yang selama ini ikut berjuang membangun rumah tangga.

“Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang,” tuturnya.

Ia mengaku sudah melapor ke sejumlah pihak terkait untuk mencari keadilan, namun hingga kini belum mendapat solusi.

“Saya sudah ke sana kemari, tidak ada hasil. Cuma dipandang sebelah mata,” katanya.

Kini, Fitri bersama dua anaknya telah kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan.

Meski berat, ia mengaku berusaha tetap kuat demi anak-anak.

“Sebelum pulang, saya sempat datang ke rumah mertua, saya minta maaf. Walaupun saya disakiti, mereka tetap orang tua. Tapi tak satu pun dari mereka yang mengantar saya pergi. Hanya tetangga-tetangga baik yang membantu kami,” kata Fitri.

Viral di Media Sosial
Unggahan Fitri dan kisahnya kini menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet yang menyampaikan empati dan mendukung ketegaran Fitri menghadapi ujian hidup tersebut.

“Hargai perempuan yang menemani dari nol. Jabatan dan pangkat tak dibawa mati,” tulis Fitri dalam salah satu postingannya yang kini banyak dikutip pengguna Facebook dan TikTok.

Komentar-komentar dukungan pun membanjiri unggahan tersebut.

“Fitri hebat, tetap tegar untuk anak-anak,” tulis seorang warganet.

“Semoga Allah ganti dengan kebahagiaan yang lebih baik,” tulis lainnya.***

Sumber: Serambinews.com
Editor: Isa

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria di Kandis Ditahan Polisi Usai Hamili Gadis di Bawah Umur

    Pria di Kandis Ditahan Polisi Usai Hamili Gadis di Bawah Umur

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Kandis – Seorang pria berinisial FA (24) di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah aksi bejatnya terungkap. FA ditangkap polisi usai menyetubuhi dan menghamili seorang gadis di bawah umur berinisial KA (17). Kapolsek Kandis, Kompol David Richardo, dalam keterangan persnya pada Rabu (14/08/24), mengonfirmasi penahanan terhadap FA. Penangkapan […]

  • Mahasiswa di Bengkalis Cabuli Keponakan Sendiri, Kini Jadi Tersangka

    Mahasiswa di Bengkalis Cabuli Keponakan Sendiri, Kini Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    KABARVIRAL, BENGKALIS – Polres Bengkalis menetapkan remaja berinisial FN (19) sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Bantan. Korban yang merupakan keponakan pelaku mengalami pelecehan saat menginap di rumah FN. Pelaku kini ditahan dan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kasus ini mencuat setelah keluarga korban, melaporkannya ke pihak kepolisian pada 12 […]

  • Kapolda Riau, Irjen Pol M Iqbal dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau, Selasa (18/2/2025).

    Perang Melawan Kampung Narkoba! Kapolda Ultimatum Kapolres

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Bumi Lancang Kuning. Sepanjang Februari 2025, jajaran Polda Riau berhasil mengungkap jaringan narkoba besar dan menyita barang bukti berupa 87,6 kilogram sabu serta 51.882 butir pil ekstasi. Kapolda Riau, Irjen Pol M Iqbal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi […]

  • 73 Pekerja Migran Tiba di Dumai Usai Dideportasi dari Malaysia, Ini Asal Daerahnya

    73 Pekerja Migran Tiba di Dumai Usai Dideportasi dari Malaysia, Ini Asal Daerahnya

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Sebanyak 73 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan oleh pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Dumai, Riau. Setibanya di tanah air, para PMI tersebut langsung didata dan dipulangkan ke daerah asal masing-masing yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Kapal Feri MV Indomal Dinasty yang mengangkut para PMI tersebut bertolak dari Pelabuhan Internasional Malaka dan […]

  • Tingkatkan Mutu Pembelajaran Dasar; Apical Group dan Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Guru di Dumai

    Tingkatkan Mutu Pembelajaran Dasar; Apical Group dan Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Guru di Dumai

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Apical Group bersama Tanoto Foundation menyelenggarakan pelatihan penyegaran (refreshment) Modul PINTAR selama dua hari, 22–23 Juli 2025, di SDN 001 Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasionalnya. Modul PINTAR bertujuan mendorong pengembangan berkelanjutan di sekolah dengan memberdayakan pendidik […]

  • KSP Brother Bantah Tuduhan Potong THR: Semua Berdasarkan Persetujuan Nasabah

    KSP Brother Bantah Tuduhan Potong THR: Semua Berdasarkan Persetujuan Nasabah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, BaganSiapiapi – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Brother Jaya Bersama akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang dilayangkan oleh Gestu Efendi, selaku Kepala Sekolah SDN 014 Pasir Limau Kapas, mengenai dugaan pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) secara sepihak. Dalam klarifikasi resminya, Sugianto yang akrab disapa Ahwa sebagai perwakilan pihak KSP Brother Jaya Bersama membantah keras tudingan […]

expand_less