Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Apical Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Pendampingan Usaha Kuliner Lokal

Apical Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Pendampingan Usaha Kuliner Lokal

  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, KABARVIRAL – Perusahaan Apical di Kota Dumai diketahui terus berkomitmen dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Dumai khususnya dilingkungan operasional Apical.

Pelaku UMKM yang didukung Apical merupakan usaha dagang yang dijalankan oleh perorangan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan atau mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga pelaku UMKM tersebut. Atas perhatian dan dukungan pihak perusahaan terhadap pelaku UMKM dimaksud dinilai berhasil karena terus membuahkan hasil.

Wiwik Wihanawati, salah satu warga sebagai pelaku UMKM mengisahkan kisah inspiratif yang dinilai sukses menjalankan usahanya. Ia yang mengaku seorang mantan karyawan rumah makan di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau ini diketahui telah sukses menjalankan usaha kuliner miliknya sendiri yang bernama Warung Makan INR.

Awalnya menurut Wiwik, ia memulai perjalanannya sebagai pekerja dapur di sebuah rumah makan. Di tempat tersebut, Wiwik pun belajar memasak, melayani pelanggan, hingga memahami dasar-dasar pengelolaan usaha kuliner. Bermodal pengalaman itu, Wiwik memupuk mimpi untuk memiliki warung makan sendiri.

Pada tahun 2022, peluang itupun datang saat Apical memberikan dukungan melalui program pemberdayaan masyarakat. Dimana Apical menyediakan sebuah rumah yang telah dibeli dari warga yang kemudian diubah menjadi tempat usaha kuliner.

Di sinilah Warung Makan INR berdiri dan mulai dikenal luas dengan menu unggulan seperti ayam penyet dan pecel lele. Oleh karenanya Wiwik pun tidak menyangka usahanya tersebut bisa berkembang.

“Dukungan Apical sangat berarti, terutama di masa awal merintis. Dari tempat kosong, sekarang menjadi warung yang ramai dikunjungi setiap hari.” diakui Wiwik.

Lebih jauh Wiwik bercerita bahwa keinginannya untuk berwirausaha disampaikan langsung kepada tim Humas Apical. Melihat semangat dan potensinya, Apical memberi kepercayaan dan ruang untuk tumbuh.

“Awalnya kami berkunjung ke tempat kerja Ibu Wiwik di salah satu rumah makan di sekitar Lubuk Gaung ini. Kemudian Ibu Wiwik bercerita tentang keinginan dan harapannya untuk dapat berusaha sendiri dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Ini memang menjadi tujuan hadirnya tanggung jawab sosial perusahaan kepada para pelaku usaha UMKM yang berani untuk mengembangkan dirinya lebih baik,” ujar Zulfahmi dari tim Humas Apical Dumai, kepada media, Kamis (22/5/2025).

Kini, Warung Makan INR mencatat omzet bulanan antara Rp 10 juta hingga Rp 13 juta.Wiwik juga telah mempekerjakan beberapa orang untuk membantunya melayani pelanggan yang terus bertambah, termasuk dari karyawan Apical dan perusahaan sekitar.

Cerita Wiwik adalah satu dari banyak contoh dampak nyata yang dihasilkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Apical percaya, membangun usaha lokal adalah bagian penting dari menciptakan nilai jangka panjang bagi komunitas sekitar.

Tentang Apical

Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang.

Pengilangan mid-stream kami yang terintegrasi secara vertikal dan pemrosesan hilir bernilai tambah menjadikan Apical pemasok integral yang mendukung kebutuhan berbagai industri.

Diantaranya makanan, pakan ternak, oleokimia dan bahan bakar terbarukan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) yang memungkinkan pengurangan besar emisi CO2.

Hingga saat ini, dengan aset terintegrasi di lokasi yang strategis mencakup Indonesia, Cina, dan Spanyol, Apical mengoperasikan sejumlah kilang, pabrik oleokimia, pabrik biodiesel, dan pabrik penghancur kernel.

Melalui usaha patungan, Apical juga memiliki operasi pemrosesan di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Timur Tengah, Afrika, Amerika Serikat and Vietnam.

Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparansi, serta dimotivasi oleh keyakinan kuat bahwa Apical dapat membuat dampak yang lebih berarti bahkan pada saat Apical terus mengembangkan bisnis kami dan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan Apical.**

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyaris Bentrok! Dua Kubu SPTI-KSPSI Ricuh di Gudang Wingsfood

    Nyaris Bentrok! Dua Kubu SPTI-KSPSI Ricuh di Gudang Wingsfood

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • 0Komentar

    ROKAN HILIR, KABARVIRAL – Ketegangan nyaris berujung bentrokan terjadi antara dua kubu Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) di Gudang Wingsfood PT Pekanbaru Distribusi Indoraya, Jalan Simpang Pujud, Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (8/3/2025) pagi. Insiden ini dipicu oleh keputusan pihak Wingsfood yang menerima […]

  • Ormas Petir Laporkan Dugaan Kebocoran Pajak Rp1,4 Triliun oleh First Resources/SDG ke Kejagung

    Ormas Petir Laporkan Dugaan Kebocoran Pajak Rp1,4 Triliun oleh First Resources/SDG ke Kejagung

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARVIRAL – Organisasi Masyarakat Pemuda Tri Karya (Ormas Petir) melaporkan dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan delapan perusahaan kelapa sawit di bawah naungan First Resources atau Surya Dumai Group (SDG). Laporan ini resmi diajukan Ketua Umum Ormas Petir, Jackson Sihombing, di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Jumat (29/11/2024). Dalam keterangannya, Jackson mengungkapkan bahwa negara […]

  • Jembatan Teluk Pulai–Panipahan ambruk, Akses Warga Terputus

    Jembatan Teluk Pulai–Panipahan Ambruk, Akses Warga Terputus

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Jembatan lintas Teluk Pulai–Panipahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, ambruk pada Sabtu sore (17/2/2026). Jembatan ini merupakan satu-satunya jalur darat penghubung warga Teluk Pulai menuju Panipahan. Akibat kejadian ini, aktivitas warga terancam lumpuh. Mulai dari anak sekolah, aktivitas ekonomi, hingga layanan dasar ikut terdampak. Warga menyebut jembatan ambruk karena abrasi air […]

  • Skandal ‘Jatah Preman’ Rp7 Miliar: Mantan Pj Sekda Riau Dipanggil KPK

    Skandal ‘Jatah Preman’ Rp7 Miliar: Mantan Pj Sekda Riau Dipanggil KPK

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil mantan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, Kamis (4/12/2025). Pemanggilan ini berkaitan dengan penyidikan dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pemanggilan tersebut untuk mendalami alur dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025. “Saksi […]

  • Industri Sawit Tak Sekadar Minyak Goreng, Apical Kembangkan Energi Terbarukan

    Industri Sawit Tak Sekadar Minyak Goreng, Apical Kembangkan Energi Terbarukan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Pekanbaru – Asian Agri dan Apical gelar Halal Bihalal di Pekanbaru, bahas peran industri sawit dalam ekonomi nasional, energi berkelanjutan, dan kemitraan dengan petani. Perusahaan perkebunan kelapa sawit Asian Agri bersama Apical menggelar acara Halal Bihalal bersama perwakilan media di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Riau, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi […]

  • ‎Aktivis ’98 Erwin Sitompul Desak Pencopotan Kadisdik Riau: “Pelantikan Erisman Yahya Tidak Sesuai Prosedur!”  ‎

    ‎Aktivis ’98 Erwin Sitompul Desak Pencopotan Kadisdik Riau: “Pelantikan Erisman Yahya Tidak Sesuai Prosedur!” ‎

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral — Aktivis pejuang guru yang juga mantan Aktivis ’98, Erwin Sitompul S.Pd, mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera memberhentikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, dari jabatannya. Menurut Erwin, Erisman tidak layak memimpin dunia pendidikan Riau karena ditengarai terpilih bukan melalui asas kepatutan, kelayakan, atau proses seleksi dan asesmen yang semestinya, melainkan karena adanya […]

expand_less