Disnakertrans Riau Siapkan Langkah Strategis Bantu 3.128 Karyawan PT Pulau Sambu yang Terkena PHK
- calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, KABARVIRAL – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bergerak cepat menangani pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa ribuan karyawan PT Pulau Sambu Group di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Sebanyak 3.128 pekerja dilaporkan terkena PHK akibat turunnya produksi perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan kelapa tersebut. Menyikapi hal ini, Disnakertrans Riau menggandeng Disnaker Inhil untuk menyiapkan berbagai program strategis guna membantu para pekerja terdampak.
“Kita sudah koordinasi dengan Disnaker Inhil. Program pelatihan akan segera disiapkan untuk mencarikan pekerjaan lain, termasuk wirausaha dan padat karya,” ujar Kepala Disnakertrans Riau, Boby Rachmat, kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Menurut Boby, pemerintah tengah menggodok program pelatihan kerja, padat karya, serta pelatihan kewirausahaan untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya krisis sosial ekonomi di masyarakat pasca-PHK massal tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya sudah lebih dulu bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu Group sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu.
“Perusahaan menyampaikan bahwa seleksi ulang tenaga kerja sudah dimulai. Nantinya, pekerja yang terdampak akan dipertimbangkan untuk dipekerjakan kembali, tergantung kondisi produksi buah kelapa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Inhil memastikan bahwa sepanjang Maret lalu, tidak ada laporan resmi PHK yang masuk. Namun demikian, pihaknya menjadikan persoalan ini sebagai **prioritas utama**.
“Ini harus segera ditangani, karena menyangkut kehidupan ribuan keluarga,” ujarnya.
PHK massal ini menjadi sorotan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah daerah berharap, program strategis yang disiapkan bisa menjadi solusi jangka pendek maupun panjang bagi para pekerja terdampak.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






