Jasad Bocah 10 Tahun yang Diterkam Buaya Akhirnya Ditemukan
- calendar_month Senin, 24 Mar 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BAGANSIAPIAPI, KABARVIRAL – Setelah tiga hari pencarian intensif, jasad Fikri, bocah 10 tahun yang diterkam buaya di Sungai Kubu, akhirnya ditemukan pada Ahad (23/3/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Bocah malang tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (21/3/2025) sore saat sedang mandi dan bermain di aliran sungai di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta warga sekitar, berhasil menemukan tubuh Fikri dalam kondisi mengenaskan. Jasadnya tersangkut di bawah pohon berembang di pinggir sungai. Proses pencarian dilakukan menggunakan boat pompong dan sampan kecil, menyusuri aliran sungai yang dikenal sebagai habitat buaya.
Tangis haru pecah ketika jenazah Fikri dibawa ke rumah duka di Kilang Papan, Sungai Kubu. Keluarga dan warga yang sejak awal turut mendoakan pencarian korban, tak kuasa menahan kesedihan.
Setelah dievakuasi, jenazah Fikri segera dimandikan dan disalatkan sebelum dimakamkan di permakaman muslim desa setempat. Prosesi pemakaman berlangsung penuh duka, dengan ratusan warga mengiringi kepergian bocah malang tersebut.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian.
“Dengan ditemukannya tubuh Fikri, pencarian resmi dihentikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan warga yang secara sukarela membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kubu, Iptu Kodam Firman Sidabutar, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai, mengingat meningkatnya populasi buaya di kawasan tersebut.
“Saat ini kondisi Sungai Kubu tidak aman. Banyak buaya yang terlihat di sekitar sungai. Kami mengimbau para orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mandi atau bermain di sungai,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga setempat agar lebih waspada terhadap ancaman satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan habitat buaya. ***
- Penulis: Redaksi







