Warga Gempar! Kapal Cepat Tak Berawak Ditemukan di Semak-Semak, Diduga Terkait Penyelundupan
- calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
- print Cetak

Penemuan sebuah kapal cepat jenis High Speed Craft (HSC) di semak-semak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Meranti – Warga Desa Topang, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, dikejutkan oleh penemuan sebuah kapal cepat jenis High Speed Craft (HSC) yang terdampar di semak-semak pada Selasa (3/9/2024). Kapal tersebut ditemukan di Dusun Tanjung Perumpun, sekitar 50 meter dari pantai, dalam kondisi yang mencurigakan.
Penemuan kapal tersebut langsung memicu spekulasi di kalangan warga, mengingat kapal jenis ini kerap digunakan oleh penyelundup di wilayah perairan Kepulauan Meranti. Kapal berwarna biru kegelapan itu dilengkapi dengan empat mesin bertenaga besar, masing-masing 200 PK. Namun, saat ditemukan, tiga dari empat kipas mesinnya sudah hilang, dan satu kipas lainnya tersangkut di jaring nelayan setempat.
Kepala Desa Topang, Syamsuarto, mengatakan bahwa peristiwa ini diperkirakan terjadi pada Senin (2/9/2024) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Warga sekitar sempat mendengar suara tembakan yang memecah kesunyian malam, diikuti oleh penemuan kapal yang terdampar di semak-semak pada keesokan harinya.
“Menurut informasi dari warga, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11 malam, di mana terdengar suara seperti tembakan. Kapal itu sepertinya melayang dari tebing laut ke arah daratan sejauh 50 meter, masuk ke dalam semak-semak di daerah Dusun Tanjung Perumpun,” jelas Syamsuarto kepada media.
Meski kondisi kapal terlihat masih baik tanpa kerusakan berarti, namun tidak ada barang apapun yang ditemukan di dalamnya. Bekas jejak di semak-semak dan sandal yang tertinggal menunjukkan bahwa para pelaku diduga melarikan diri ke arah desa. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan mereka masih belum diketahui.
“Kapalnya masih dalam kondisi bagus, tetapi tiga dari empat kipasnya sudah tidak ada, tampaknya mereka mencabutnya sebelum kabur. Satu kipas tersangkut di jaring nelayan, jika tidak, mungkin kapal itu bisa meluncur sejauh 100 meter,” tambahnya.
Kepala Desa juga mengungkapkan bahwa kejadian ini sedang dalam penanganan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Hingga kini, belum ada laporan mengenai keberadaan warga asing yang mencurigakan di sekitar desa.
Sementara itu, Kapolsek Rangsang, Ipda Anton Hilman, menjelaskan bahwa kapal tersebut diduga terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan petugas Bea Cukai. Namun, informasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini masih belum jelas karena kapal ditemukan dalam keadaan kosong tanpa awak.
“Informasi awal menyebutkan bahwa kapal tersebut terlibat dalam kejar-kejaran dengan petugas Bea Cukai. Tetapi kita belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi karena kapal ditemukan dalam keadaan kosong,” ujar Ipda Anton.
Penemuan kapal cepat ini menambah daftar panjang insiden terkait aktivitas penyelundupan di perairan Kepulauan Meranti, yang dikenal sebagai salah satu jalur ilegal. Saat ini, pihak berwenang terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap lebih lanjut tentang aktivitas yang terjadi.
Dalam perkembangan terbaru, pihak Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, telah menghubungi Kepala Desa Topang untuk segera menurunkan kapal tersebut guna penyelidikan lebih lanjut.
Perairan Kepulauan Meranti memang kerap menjadi titik rawan penyelundupan karena posisinya yang strategis. Penegakan hukum yang lebih ketat di wilayah ini diharapkan dapat menekan aksi-aksi ilegal yang kian meresahkan warga dan mengancam keamanan daerah. (*)
Editor: Isa
Sumber: halloriau.com
- Penulis: Redaksi




