Bappenas Tinjau Tol Bukittinggi–Sicincin dan Lembah Anai, Hutama Karya Sebut Konektivitas Sumbar Kian Strategis
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PADANG (KABARVIRAL.CO) – Bappenas bersama Hutama Karya dan sejumlah kementerian meninjau koridor Lembah Anai serta rencana Tol Bukittinggi–Sicincin. Proyek ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas, logistik, dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.
PT Hutama Karya (Persero) menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (4/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat agar berjalan terarah, terintegrasi, dan selaras dengan agenda konektivitas nasional.
Fokus utama peninjauan meliputi koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Kedua proyek tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas antardaerah, memperkuat jaringan transportasi, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas di Sumatera Barat.
“Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait penanganan koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin,” ujarnya.
Menurut Abdul Malik, konektivitas jalan tol hingga Bukittinggi nantinya akan melengkapi fungsi jaringan Tol Padang–Sicincin yang sudah beroperasi dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan jalan tol akan mempercepat distribusi logistik, meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat, sekaligus menjadi jalur alternatif yang andal bagi wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai.
“Apabila koridor Bukittinggi–Sicincin dapat terhubung dengan ruas Sicincin–Padang, maka jaringan tol di Sumbar akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan teknis di lapangan dengan arah pembangunan infrastruktur nasional.
Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan konektivitas yang optimal di Sumatera Barat.
“Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Iwan.
Dalam kesempatan tersebut, Hutama Karya juga memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Padang–Sicincin yang telah beroperasi dan rencana pengembangan konektivitas menuju Bukittinggi.
Keberadaan ruas tol ini dinilai mampu mempercepat waktu tempuh, membuka akses menuju pusat ekonomi dan destinasi wisata, serta mendukung pergerakan barang dan jasa di Sumatera Barat.
Selain meninjau jalan tol, rombongan juga mengunjungi kawasan Lembah Anai guna melihat progres perbaikan infrastruktur pada salah satu koridor vital yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah dan utara Sumatera Barat.
Koridor Lembah Anai memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan keselamatan pengguna jalan.
Menariknya, sejak akses Lembah Anai kembali dibuka, volume lalu lintas di Tol Padang–Sicincin mengalami peningkatan signifikan.
Pada libur panjang akhir pekan lalu, ruas tersebut tercatat sebagai jalan tol dengan pertumbuhan trafik tertinggi di lingkungan Hutama Karya, yakni meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya konektivitas antarinfrastruktur dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan jalan tol.
Ke depan, manfaat tersebut diyakini akan semakin besar apabila pembangunan Tol Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 kilometer dapat direalisasikan.
Ruas tersebut merupakan bagian dari Jalan Tol Pekanbaru–Padang yang memiliki peran strategis menghubungkan Sumatera Barat dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.
Berdasarkan kajian perencanaan, Tol Bukittinggi–Sicincin berpotensi memangkas waktu tempuh hingga 55,91 persen dan mengurangi jarak perjalanan sebesar 8,88 persen.
Selain meningkatkan efisiensi perjalanan, proyek ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat daya saing logistik di Sumatera Barat.***
Sumber: riaupos.co
- Penulis: Redaksi







