Kabut Asap Tebal, SMPN 21 Dumai Pulangkan Siswa Lebih Awal
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, KABARVIRAL – Akibat kondisi kabut asap yang cukup tebal dan mengkhawatirkan, pihak SMP Negeri 21 Kota Dumai yang berada di Kelurahan Bagan Keladi memutuskan untuk memulangkan seluruh siswanya pada Senin (4/8/2025). Langkah ini diambil demi menghindari dampak kesehatan yang tidak diinginkan bagi para pelajar.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Dumai. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Hj Yusmanidar menyebutkan bahwa pihaknya telah lebih dulu mengedarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan mengenai potensi bahaya kabut asap dan skenario pembelajaran yang bisa diambil.
“Kami telah memberikan edaran ke semua sekolah terkait perkembangan kabut asap ini. Salah satu poin penting dalam edaran tersebut menyebutkan bahwa jika kualitas udara memburuk, maka kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara daring dari rumah,” jelas Hj Yusmanidar yang akrab disapa Idar.
Ia menegaskan, keputusan sekolah untuk memulangkan siswa sepenuhnya dapat disesuaikan dengan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing. Termasuk SMPN 21 yang pagi itu dilaporkan mengalami kabut asap cukup tebal, membuat pembelajaran tatap muka menjadi tidak ideal.
“Kalau kondisi asap tebal seperti yang terjadi di SMPN 21, ya tidak masalah siswa dipulangkan untuk belajar daring. Surat edaran memang disesuaikan berdasarkan kondisi kabut asap di masing-masing sekolah,” katanya.
Namun, bagi sekolah yang masih memungkinkan untuk melanjutkan proses pembelajaran secara langsung, Dinas Pendidikan mengimbau agar seluruh siswa dan guru menggunakan masker selama berada di sekolah serta meminimalisir kegiatan di luar ruangan.
“Jika kondisi masih memungkinkan, pembelajaran tetap dilanjutkan di sekolah. Tapi dengan catatan: semua wajib pakai masker dan tidak banyak melakukan aktivitas di luar ruangan,” tegasnya.
Idar juga menekankan bahwa saat siswa dipulangkan karena kabut asap, bukan berarti mereka bisa bebas beraktivitas di luar rumah. Ia mengingatkan orangtua untuk turut mengawasi anak-anaknya agar tetap berada di dalam rumah demi menjaga kesehatan.
“Kita minta peran serta orangtua. Kalau anak sudah dipulangkan, jangan dibiarkan main di luar rumah. Karena kabut asap yang tebal dan tidak sehat justru berbahaya bagi kesehatan anak,” pungkasnya.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






