Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Erwin Sitompul Soroti Wajib Plat BM dan Pemotongan TPP Guru 50%, Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Gubernur Riau

Erwin Sitompul Soroti Wajib Plat BM dan Pemotongan TPP Guru 50%, Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Gubernur Riau

  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, KABARVIRAL — Kebijakan kontroversial Gubernur Riau Abdul Wahid yang mewajibkan seluruh kendaraan operasional perusahaan di wilayahnya menggunakan plat nomor polisi BM, memicu kegaduhan di ranah publik. Sorotan tajam datang dari Aktivis 98, Erwin Sitompul, yang bahkan menyerukan Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan dan menegur keras kebijakan yang dinilainya “aneh” dan berpotensi mengoyak semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini bukan soal plat nomor semata. Ini soal bagaimana kita menjaga semangat persatuan di atas kepentingan daerah,” tegas Erwin dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (5/10/2025).

Menurut Erwin, aturan yang dikeluarkan oleh Abdul Wahid tidak hanya diskriminatif, tapi juga menciptakan potensi konflik antar wilayah. Ia menilai, Gubernur Wahid gagal memahami makna nasionalisme dalam konteks Indonesia sebagai negara kesatuan yang menjamin kebebasan mobilitas warganya di seluruh pelosok tanah air.

“Setiap kendaraan di Republik Indonesia itu bayar pajak ke negara, bukan ke provinsi. Jangan karena bayar pajaknya di daerah lain, lantas tidak boleh beroperasi di Riau. Itu preseden buruk bagi semangat NKRI,” ujar Erwin lantang.

Reputasi Gubernur Abdul Wahid Kian Tergerus: Isu Pemangkasan TPP Guru ASN 50 Persen untuk bulan Desember tahun 2025.

Di tengah polemik plat BM yang belum mereda, reputasi Gubernur Abdul Wahid kembali diterpa isu tak kalah panas — rencana pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Guru ASN hingga 50 persen.

Isu ini sontak memantik gelombang kecaman, terutama dari kalangan pendidik dan pemerhati pendidikan di Riau.

Menurut Erwin Sitompul, langkah itu — jika benar dilakukan — merupakan bentuk pengkhianatan terhadap jasa para guru, yang selama ini menjadi garda depan mencerdaskan generasi bangsa.

“Kalau isu perihal pemotongan TPP Guru ASN 50 persen itu benar, saya mengecam keras kebijakan Gubernur Riau ini.Hal ini sangat menciderai hati para guru,para pahlawan tanpa tanda jasa,” tegas Erwin dengan nada tinggi.

“Apakah perlu di-Nepalkan Gubernur seperti ini?” sindir aktivis 98 yg juga aktivis pendidikan riau tersebut dengan nada sinis.

Istilah “Nepalkan” yang digunakan Erwin menggambarkan bentuk perlawanan simbolik terhadap kepemimpinan otoriter yang dianggap menindas rakyatnya.Ia menilai, isu pemangkasan TPP ini memperlihatkan bagaimana kebijakan Gubernur Abdul Wahid semakin menjauh dari kepentingan rakyat dan lebih menonjolkan ego kekuasaan.

“Ini bukan sekadar kebijakan anggaran.Ini menyangkut penghargaan terhadap profesi yang telah melahirkan ribuan generasi cerdas di Riau. Kalau guru saja diperlakukan seperti ini, bagaimana wajah pendidikan kita ke depan?” tambahnya.

Kebijakan “Nasionalisme Daerah”: Antara PAD dan Politik Populis

Diketahui, Gubernur Abdul Wahid sebelumnya mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh kendaraan operasional milik atau sewaan perusahaan yang beroperasi di Riau untuk menggunakan plat nomor BM—kode registrasi kendaraan untuk wilayah Riau.

Alasan Wahid? Demi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

“Ini bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap infrastruktur daerah. Tak ada alasan untuk tidak melakukan mutasi kendaraan. Kalau perlu, kita turunkan Bapenda ke lokasi,” ujar Wahid dalam pernyataan sebelumnya, dengan nada tegas yang mengisyaratkan tak ada ruang kompromi.

Namun, di mata publik, dua kebijakan ini—soal plat BM dan isu pemangkasan TPP guru—tampak memperlihatkan wajah baru kepemimpinan daerah yang keras, tidak komunikatif, dan cenderung populis.

Keduanya sama-sama dilihat sebagai upaya meningkatkan PAD dengan cara-cara yang justru berisiko menciptakan kegaduhan sosial.

Di satu sisi, Gubernur Wahid beralasan sedang memperjuangkan kepentingan daerah.

Namun di sisi lain, publik menilai langkahnya justru menabrak logika kebangsaan dan keadilan sosial.

“Kalau semua daerah berpikir seperti Gubernur Riau, Indonesia ini bisa terpecah jadi provinsi-provinsi kecil yang saling membatasi diri,” kata Erwin lagi.

Persimpangan Kebijakan:PAD vs NKRI

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan lebih luas: sejauh mana pemerintah daerah berhak membatasi aktivitas ekonomi berbasis administrasi kendaraan atau memangkas hak kesejahteraan aparatur sipilnya atas nama efisiensi anggaran?

Sejumlah pengamat menilai, langkah Wahid memperlihatkan gejala “otonomi yang kebablasan” — ketika semangat memperkuat daerah justru berubah menjadi bentuk feodalisme administratif baru.

“Masalah seperti pajak kendaraan dan kesejahteraan guru seharusnya diselesaikan dengan pendekatan sistemik dan dialog, bukan dengan instruksi sepihak,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di Pekanbaru.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Gubernur Abdul Wahid terkait isu pemangkasan TPP Guru ASN maupun desakan Aktivis 98 Erwin Sitompul agar Presiden Prabowo menegur keras kebijakannya.

Yang jelas, dua isu ini—plat BM dan TPP guru—telah menjadi cermin buram bagi kepemimpinan Wahid di Riau.

Bagi sebagian masyarakat, keduanya bukan lagi sekadar kebijakan administratif, melainkan simbol kepemimpinan yang kehilangan arah dan empati.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semur Daging Sapi Menggugah Selera, Program MBG di SDN 013 Buluh Kasap Disambut Antusias

    Semur Daging Sapi Menggugah Selera, Program MBG di SDN 013 Buluh Kasap Disambut Antusias

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    KABARVIRAL, DUMAI– Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Buluh Kasap, Dumai Timur, menyambut antusias program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah bergulir. Kali ini, menu yang disajikan sangat menggugah selera, yakni semur daging sapi yang lezat. Dalam food tray bergizi tersebut,  semur daging hadir sebagai menu utama, ditemani nasi putih, sayur, tempe, dan ditutup […]

  • Kakak Adik Diduga Threesome di Kuansing, Video Penggerebekan Beredar di Medsos

    Kakak Adik Diduga Threesome di Kuansing, Video Penggerebekan Beredar di Medsos

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • 0Komentar

    TELUK KUANTAN. KABARVIRAL – Sebuah video yang menggemparkan media sosial baru-baru ini memperlihatkan penggerebekan tiga orang yang diduga melakukan hubungan intim bertiga atau threesome di sebuah kontrakan di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Video yang diunggah pada Jumat (7/2/2025) tersebut langsung menjadi viral dan menuai berbagai komentar dari warganet. Dalam […]

  • Dana BOSDA Rp103 Miliar Mandek, Ribuan Guru di Riau Menjerit

    Dana BOSDA Rp103 Miliar Mandek, Ribuan Guru di Riau Menjerit

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Keterlambatan pembayaran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di Provinsi Riau menjadi sorotan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau yang digelar pada Senin (24/2/2025). Rapat tersebut turut dihadiri Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Riau. Dalam rapat tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau mengungkapkan adanya tunda […]

  • Polres Rohil Gagalkan Penyelundupan Sabu Hampir 80 Kg

    Polres Rohil Gagalkan Penyelundupan Sabu Hampir 80 Kg

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Polres Rokan Hilir mengungkap penyelundupan narkoba terbesar 2025 dengan menangkap kurir dan menyita 79,98 kg sabu di Bagansiapiapi. Pelaku residivis, barang bukti puluhan bungkus teh China, dan jaringan pemasok kini diburu polisi. Polres Rokan Hilir (Rohil) mengungkap kasus penyelundupan narkotika terbesar sepanjang 2025 setelah menangkap seorang kurir dan menyita 79,98 kilogram sabu-sabu. Kapolres […]

  • Sering Pakai HP dan Narkoba, 100 Napi Riau Dibuang ke Nusakambangan

    Sering Pakai HP dan Narkoba, 100 Napi Riau Dibuang ke Nusakambangan

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Sebanyak 100 narapidana dari Riau dipindahkan ke Lapas Nusakambangan sebagai langkah tegas bersih-bersih dari HP dan narkoba. Pemindahan ini dilakukan demi mengembalikan fungsi Lapas sebagai tempat pembinaan, bukan pusat kejahatan. Komitmen membersihkan Lapas/Rutan dari peredaran handphone ilegal serta narkoba melakukan pemindahan narapidana ke Lapas Nusakambangan, Jika masih ada yang nekat terlibat dalam praktik-praktik […]

  • DPRD Dumai Bahas RPIK 2026-2046, Industri Ditargetkan Dongkrak Nilai Tambah

    DPRD Dumai Bahas RPIK 2026-2046, Industri Ditargetkan Dongkrak Nilai Tambah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    DUMAI (KABARVIRAL.CO) – Pemerintah Kota Dumai bersama DPRD Kota Dumai mulai menyusun arah pembangunan industri untuk 20 tahun ke depan. Arah tersebut dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Dumai Tahun 2026-2046. Ranperda ini tidak hanya berbicara soal investasi dan pertumbuhan industri. Pembangunan industri juga diarahkan agar mampu meningkatkan nilai […]

expand_less