Token Listrik Habis, Kantor Kepenghuluan Bagan Jawa Tampak Seperti Bangunan Terbengkalai
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Kondisi Kantor Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, tampak gelap gulita pada malam hari akibat padamnya aliran listrik. Diduga listrik mati karena token habis, sehingga bangunan pelayanan publik tersebut terlihat seperti bangunan terbengkalai dan menuai sorotan warga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Kantor Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, tampak gelap gulita pada Minggu (8/2/2026) malam. Bangunan pelayanan publik yang berada di Jalan Bintang Ujung tersebut terlihat menyeramkan dan menyerupai bangunan terbengkalai akibat padamnya aliran listrik.
Padamnya listrik di kantor kepenghuluan itu sontak menjadi perhatian dan perbincangan warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh habisnya pulsa token listrik dan belum dilakukan pengisian ulang oleh pihak perangkat desa.
Sejumlah warga menyayangkan kelalaian tersebut. Menurut mereka, kantor desa seharusnya menjadi simbol kehadiran pemerintah yang selalu siap melayani masyarakat, bukan justru terlihat gelap dan tidak terawat.
“Ini keterlaluan. Kantor desa dibiarkan gelap karena token listrik habis. Kalau memang dana desa belum cair, seharusnya ada inisiatif dari pimpinan untuk mengatasi hal sepele seperti ini,” ujar Icip, warga setempat, dikutip dari goriau.com, Senin (9/2/2026).
Warga menilai kondisi kantor kepenghuluan yang berada di jalan lintas itu tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga merusak wibawa pemerintah di mata masyarakat. Selain itu, minimnya penerangan dinilai berpotensi menimbulkan rasa tidak aman di sekitar area kantor pada malam hari.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kondisi internal pemerintahan Kepenghuluan Bagan Jawa belakangan ini dinilai kurang kondusif. Sejumlah sumber menyebutkan adanya persoalan yang tengah dihadapi oleh Pj Penghulu, mulai dari keterlambatan pencairan dana desa hingga isu hukum.
“Katanya dana desa belum cair. Bahkan ada kabar Pj Penghulu sempat diperiksa penyidik Polda Riau terkait persoalan tanah,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pj Penghulu Bagan Jawa, Syahrudin, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui sambungan telepon seluler pada Senin (9/2/2026) belum berhasil tersambung.
Masyarakat berharap pemerintah desa segera mengambil langkah cepat untuk mengaktifkan kembali aliran listrik di kantor kepenghuluan. Warga menegaskan bahwa kantor desa merupakan simbol martabat pemerintahan di tingkat bawah yang seharusnya selalu terjaga fasilitasnya demi kelancaran pelayanan publik.***
- Penulis: Redaksi







