Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Erwin Sitompul: Pemimpin yang Menzalimi Guru Akan Menuai Akibatnya ‎

Erwin Sitompul: Pemimpin yang Menzalimi Guru Akan Menuai Akibatnya ‎

  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

‎KABARVIRAL, PEKANBARU — Penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari aktivis 98 sekaligus pejuang guru Riau, Erwin Sitompul, S.Pd, yang menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan keras bagi para pemimpin agar tidak menzalimi rakyat, terutama tenaga pendidik.

‎Menurut Erwin, pemimpin yang tidak amanah dan abai terhadap kesejahteraan masyarakat pada akhirnya akan menuai akibat dari perbuatannya.

‎“Pemimpin yang menzolimi guru dan tidak amanah pasti akan mendapat balasan. Itu hukum kehidupan. Kita berharap ini menjadi pelajaran bagi siapa pun yang memimpin,” ujar Erwin di Pekanbaru, Selasa (5/11/2025).

‎Erwin juga menyampaikan harapan agar siapa pun yang menggantikan posisi Gubernur Riau dapat menjalankan amanah dengan jujur, adil, dan istiqamah.

‎“Jika nanti jabatan Gubernur digantikan oleh Wakil Gubernur, Bapak SF Hariyanto, saya sebagai warga Riau dan pejuang guru berharap beliau bisa bekerja dengan hati, tidak melukai masyarakat, apalagi para tenaga pendidik yang menjadi tulang punggung masa depan bangsa,” ucapnya.

‎Sebelumnya, keresahan melanda kalangan pendidik di Provinsi Riau. Hingga awal November 2025, ribuan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya pada awal November sudah mendapatkan gaji dua bulan, nyata baru satu bulan yang dibayar.

‎”Sedangkan untuk gaji guru yang berstatus PPPK dalam dua bulan terakhir belum juga dibayarkan, Kondisi ini memicu kekecewaan luas di kalangan guru, terutama di daerah-daerah,” katanya dengan tegas.

‎Erwin menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

‎“Keterlambatan ini tidak bisa dibiarkan. Dinas Pendidikan terlalu lamban bekerja, dan ini merugikan ribuan tenaga pendidik yang setiap hari berjuang di lapangan,” tegasnya.

‎Sebagai mantan aktivis reformasi 1998, Erwin menilai bahwa akar persoalan ini tidak lepas dari tata kelola jabatan yang tidak transparan. Ia menyoroti pengangkatan Kepala Dinas Pendidikan yang tidak melalui mekanisme asesmen sebagaimana mestinya.

‎“Kepala sekolah SMA dan SMK negeri saja diwajibkan ikut asesmen. Tapi mengapa kepala dinas tidak? Semua jabatan publik seharusnya dipilih secara profesional dan terbuka,” kritiknya.

‎Lebih jauh, Erwin secara tegas meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau segera diganti.

‎“Saya minta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk segera mengganti Kepala Dinas Pendidikan. Sudah cukup keterlambatan ini membuat resah. Kita butuh pemimpin di dunia pendidikan yang tanggap, transparan, dan berpihak pada guru,” tegasnya.

‎Menurutnya, penggantian pimpinan di Dinas Pendidikan penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang.

‎“Masalah keterlambatan gaji bukan hanya soal teknis, tapi soal tanggung jawab moral dan manajerial. Kalau tidak mampu mengelola sistem, lebih baik mundur,” tambahnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Erwin menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pendidikan, agar turun tangan meninjau ulang tata kelola birokrasi pendidikan di Riau.

‎“Kami mohon pemerintah pusat memberikan perhatian serius. Akibat lambannya sistem administrasi, lebih dari 18 ribu guru ASN belum menerima hak mereka. Ini bukan sekadar soal uang, tapi bentuk penghargaan terhadap profesi guru,” jelasnya.

‎Menurut Erwin, keterlambatan gaji berdampak langsung pada kesejahteraan dan semangat kerja guru di sekolah-sekolah negeri Riau.

‎“Guru adalah garda terdepan mencerdaskan bangsa. Jika gajinya saja terlambat, bagaimana mereka bisa fokus dan bekerja dengan tenang?” pungkasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau maupun Dinas Pendidikan Riau terkait keterlambatan pembayaran gaji ribuan guru tersebut.**

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angela Lee Ditangkap Polisi, Kasus Penipuan Tas Mewah Senilai Rp3,2 Miliar

    Angela Lee Ditangkap Polisi, Kasus Penipuan Tas Mewah Senilai Rp3,2 Miliar

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Jakarta  — Polda Metro Jaya resmi menetapkan selebgram dan artis Angela Lee sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan sejumlah tas mewah senilai Rp3,2 miliar. Angela Lee, yang sebelumnya hanya berstatus saksi, kini telah ditahan oleh pihak kepolisian. “Penyidik sudah melakukan gelar perkara untuk peningkatan status saudari Angela Lee dari saksi menjadi tersangka, […]

  • Jaga Ketahanan Energi Nasional, PHR Zona Rokan Pastikan Keandalan Operasi Selama Libur Lebaran

    Jaga Ketahanan Energi Nasional, PHR Zona Rokan Pastikan Keandalan Operasi Selama Libur Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Pekanbaru- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan memastikan seluruh operasional berjalan optimal dan andal dalam upaya menjaga stabilitas produksi energi nasional selama masa libur Idulfitri 1447 H. Komitmen ini diwujudkan melalui kesiagaan personel di lapangan serta penguatan pengawasan teknis di seluruh area operasi. Sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak nasional, PHR menyadari […]

  • Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

    Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    DURI (KABARVIRAL.CO) — Bagi Chandra Setiawan, debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran bukanlah pemandangan asing. Selama bertahun-tahun, pemuda asal Balam Km 15, Kabupaten Rokan Hilir ini, menghabiskan hari-harinya berjualan bersama ibunya. Chandra menjajakan makanan dari satu lokasi proyek rig ke lokasi lainnya demi menyambung hidup. Berawal dari menata dagangan di luar pagar area kerja […]

  • Kebakaran Los Angeles Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang

    Kebakaran Los Angeles Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • 0Komentar

    LOS ANGELES, KABARVIRAL – Petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api yang meluas di Los Angeles akibat angin kencang, Sabtu (11/1). Api bergerak ke arah museum seni Getty Center dan Lembah San Fernando yang padat penduduk, memperluas ancaman. Warga Tarzana, Sarah Cohen, mengaku cemas karena kebakaran mengancam rumahnya meski pemadam menyiramkan air dari udara. Rekaman […]

  • Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau memeriksa lokasi insiden serangan harimau di kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Senin (19/8/2024)

    Pasca Serangan Harimau, Tim WRU Pantau Lokasi di Hutan Kerumutan, Pelalawan

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Pelalawan – Pasca serangan harimau Sumatera yang menimpa seorang pekerja di kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bertindak cepat. Kepala BBKSDA Riau, Genman S Hasibuan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi kejadian […]

  • Berulang Kali Cabuli Remaja, Pria Paruh Baya Tualang Siak Terancam 15 Tahun Penjara

    Berulang Kali Cabuli Remaja, Pria Paruh Baya Tualang Siak Terancam 15 Tahun Penjara

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • 0Komentar

    Seorang pria paruh baya di Kecamatan Tualang, Siak, diringkus polisi akibat perbuatannya mencabuli seorang anak berusia 14 tahun. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Ahad (04/08/24), dan kini pelaku terancam hukuman penjara hingga 15 tahun. KAPOLSEK Tualang, Kompol Hendri, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pria paruh baya tersebut telah ditahan di Mapolsek Tualang untuk diperiksa lebih […]

expand_less