Mahasiswa Rohil Jakarta Akan Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Tutup Gelper di Bagan Siapi-api
- calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, KABARVIRAL— Maraknya praktik perjudian berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) di Bagan Siapi-api, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, kembali menuai kecaman keras. Kali ini, desakan datang dari Mahasiswa asal Rokan Hilir yang tergabung dalam Mahasiswa Rohil Jakarta.
Para mahasiswa menilai, lemahnya penegakan hukum terhadap praktik perjudian di Bagan Siapiapi menimbulkan kesan bahwa aktivitas tersebut “kebal hukum” dan seolah mendapat pembiaran dari aparat penegak hukum setempat.
Tidak tinggal diam, Mahasiswa Rohil Jakarta menyatakan sikap untuk melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Mabes Polri, Jakarta, guna mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera menutup seluruh aktivitas judi berkedok Gelper tersebut.
“Kami mahasiswa asal Rohil yang berada di Jakarta sudah tidak bisa lagi tinggal diam. Praktik judi Gelper di Bagan Siapiapi sudah sangat meresahkan. Kalau di daerah tidak ada tindakan, kami akan turun ke Mabes Polri. Ini bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat Rokan Hilir,” tegas salah satu perwakilan Mahasiswa Rohil Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Mahasiswa Rohil menilai bahwa selama ini aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kecamatan Bangko, terkesan lamban atau bahkan melakukan pembiaran terhadap praktik judi Gelper tersebut. Oleh sebab itu, mereka berinisiatif membawa persoalan ini ke tingkat pusat agar mendapat perhatian serius.
“Kami akan kawal persoalan ini sampai tuntas. Tidak ada tempat untuk praktik judi di Bagan Siapiapi. Kami minta Kapolri tegas kepada bawahannya. Kalau Kapolsek atau Kapolres tidak berani bertindak, biar Kapolri yang turun tangan,” tegasnya lagi.
Mereka juga menegaskan bahwa praktik perjudian bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, melainkan juga ancaman serius terhadap moralitas masyarakat, terutama generasi muda di Rohil.
“Ini bukan soal permainan biasa, ini perjudian. Banyak anak muda yang jadi korban, bahkan masa depan mereka hancur karena judi. Kami tidak ingin aparat terkesan tutup mata,” Tutupnya.(fad)
- Penulis: Redaksi







