Warga Tewas Tertimpa Conveyor di Kawasan Pelindo Dumai, Pihak Perusahaan Sampaikan Belasungkawa
- calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Dumai – Seorang warga Dumai Barat, Khairuddin (46), menjadi korban dalam insiden tragis di kawasan Pelindo Dumai. Khairuddin tewas setelah tertimpa bagian dari conveyor milik PT Prima Global Indologistik (PGI) yang runtuh, Sabtu (5/10/2024) lalu. Korban yang berasal dari Kelurahan Purnama tersebut sedang duduk tidak jauh dari lokasi jatuhnya bagian conveyor ketika kejadian terjadi.
Menurut informasi yang dihimpun, PT PGI merupakan bagian dari KSO (Kerja Sama Operasi) Pelindo Dumai. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, terutama karena korban kehilangan nyawa dalam insiden tersebut. Salah satu pegawai PT PGI yang bertugas di Dumai, Riski, menjelaskan bahwa Khairuddin bukan pekerja tetap di perusahaan tersebut, melainkan seorang pekerja freelance.
“Korban adalah freelance dan kami tidak tahu siapa yang membawanya. Hari-hari korban sering main ke lokasi,” kata Riski saat dikonfirmasi di kantor Branch Manager Pelindo Dumai.
Riski juga menyatakan bahwa PT PGI telah beroperasi di kawasan Pelindo Dumai sejak 2018 dan sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Dumai terkait insiden tersebut.
“Kami sudah selesai memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Selain itu, meskipun korban bukan pekerja tetap, perusahaan turut berbelasungkawa dan telah menyalurkan bantuan kepada keluarga korban,” ujar Riski.
Dalam perkembangan lain, Branch Manager Pelindo Dumai, Teddy, yang baru menjabat, menekankan pentingnya meningkatkan pengawasan di kawasan Pelindo. Ia menyatakan telah mengambil langkah-langkah pencegahan pasca-insiden ini.
“Setelah kejadian itu, saya langsung mengumpulkan seluruh pekerja yang ada di kawasan Pelabuhan Pelindo dan meminta untuk memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Teddy singkat saat diwawancarai media.
Insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan industri, terutama di kawasan pelabuhan yang memiliki risiko tinggi. Meskipun korban bukan pekerja tetap, pihak perusahaan tetap bertanggung jawab atas insiden tersebut dan telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan kepada keluarga korban.(Red/Isa)
- Penulis: Redaksi







