Lima Karya Budaya Riau Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
- calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
- print Cetak

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Jakarta – Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada berakhir pada Kamis (22/8/2024) dengan mengesahkan lima karya budaya dari Provinsi Riau sebagai WBTb Indonesia. Keputusan ini dibacakan oleh Tim Ahli Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) setelah pleno selesai.
Sidang yang dibuka pada Senin (19/8/2024) oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid membahas 278 usulan dari 31 provinsi di Indonesia. Provinsi Riau yang mendapatkan giliran pada sesi ke-15, diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, berhasil memaparkan lima usulan mereka dengan sukses.
Lima karya budaya dari Riau yang kini resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah:
1. Bo’onau Rokan Hulu: Sebuah tradisi budaya dari Kabupaten Rokan Hulu yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat setempat.
2. Manggelek Tobu: Tradisi unik yang merefleksikan kekayaan budaya masyarakat Riau.
3. Tari Losuong: Tarian tradisional yang menggambarkan keindahan gerak dan kesenian Riau.
4. Zapin Maharani: Jenis tarian Zapin yang memperkaya keberagaman seni Zapin di Riau.
5. Bele Kampung Suku Asli Anak Rawa Siak: Tradisi budaya dari masyarakat Suku Asli Anak Rawa Siak yang memiliki nilai penting dalam pelestarian identitas suku tersebut.
Riau, Pusat Zapin Melayu Dunia
Raja Yoserizal Zen, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, menyatakan kebanggaannya atas pengakuan ini. “Syukur Alhamdulillah, bertambah lagi jumlah WBTb Provinsi Riau yang berstatus. Sampai tahun ini sudah 71. Hal ini menjadi capaian yang baik bagi sejumlah objek budaya untuk mendapat pelindungan demi kelestariannya,” ungkap Raja Yoserizal usai sidang.
Penetapan Zapin Maharani sebagai WBTb Indonesia menambah jumlah tarian Zapin dari Riau yang diakui secara nasional menjadi enam. Ini memperkokoh posisi Riau sebagai pusat pelestarian Zapin Melayu Dunia. Raja Yoserizal yang juga Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Riau menyatakan optimismenya bahwa masih ada beberapa jenis Zapin lain dari Riau yang sedang dikaji untuk diusulkan menjadi WBTb Indonesia di masa mendatang.
Kerja Bersama untuk Melestarikan Budaya
Keberhasilan ini, menurut Raja Yoserizal, merupakan hasil kerja sama yang erat antara dinas kebudayaan di tingkat provinsi dan kabupaten, serta dukungan dari komunitas dan pelaku budaya di Riau. “Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami akan terus berupaya agar budaya-budaya Riau yang kaya dan beragam ini dapat terlindungi dan lestari,” tuturnya.
Dengan pengakuan lima karya budaya sebagai WBTb Indonesia, Riau semakin menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya tradisional yang memiliki nilai sejarah dan sosial yang tinggi, serta memperkaya khasanah budaya nasional.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






