Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Terima Kunjungan PT Pertamina Petrochemical Trading, Perkuat Sinergi Bisnis Petrokimia Nasional

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Terima Kunjungan PT Pertamina Petrochemical Trading, Perkuat Sinergi Bisnis Petrokimia Nasional

  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI (KABARVIRAL.CO)— Guna mengoptimalkan potensi bisnis petrokimia, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menerima kunjungan kerja Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) dalam rangka Management Walkthrough (MWT) ke Kilang Dumai pada Rabu (1/7). Salah satu bahasan penting di dalamnya mengenai salah satu produk unggulan Kilang Pertamina Dumai yaitu Green Coke dalam lini bisnis dengan Pertachem.

Kedatangan rombongan Dirut Pertachem tersebut diterima langsung oleh Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Isnandhi Dwi Saputra beserta jajaran manajemen Perusahaan di Main Office Kilang Dumai. Rangkaian MWT dimulai dengan overview proses bisnis unit Kilang Dumai dan sesi dilanjutkan dengan site visit ke area kilang.

Isnandi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar entitas Pertamina Group dalam mengembangkan potensi bisnis petrokimia nasional. “Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk semakin mempererat sinergi di lingkungan Pertamina Group, khususnya dalam mengoptimalkan potensi bisnis petrokimia serta menciptakan nilai tambah dari produk-produk kilang yang kita miliki,” ujar Isnandhi dalam sambutannya saat pemaparan overview Kilang Dumai.

Selain mampu memproduksi produk-produk BBM seperti Avtur dan Pertadex juga memproduksi produk-produk Non BBM seperti Green Coke. Green Coke atau Green Petroleum Coke merupakan produk olahan akhir dalam pengolahan minyak bumi berupa residu padat karbon berwarna hitam, yang dihasilkan dari proses pemanasan lanjut dari hidrokarbon residu pada temperatur tinggi di unit kilang, yaitu unit Delayed Coker. Produk tersebut kini menjadi komoditas penting yang banyak dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri seperti logam dan aluminium, baik di pasar dalam nasional maupun global.

Salah satu keunggulan dari Green Coke adalah memiliki karakteristik kandungan sulfur yang rendah, yakni sekitar 0,5 persen (Low Sulphur). Dengan demikian, green coke mampu menjadi pilihan bahan bakar industri alternatif, karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit saat dibakar. Tak hanya mendukung penguatan hilirisasi dan pembangunan industri nasional, pengembangan green coke juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk bernilai tambah serta selaras terhadap prinsip lingkungan dan keberlanjutan.

Kilang Dumai sendiri menjadi satu-satunya kilang milik Pertamina yang mampu menghasilkan produk green coke di Indonesia. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga pasar luar negeri. Selain dimanfaatkan untuk industri aluminium dan logam, green coke juga dimanfaatkan untuk pembuatan Anoda Grafit Aritifisial yang merupakan salah satu komponen baterai yang digunakan dalam mobil listrik.

Dirut PT Pertamina Petrochemical Trading Aribawa mengungkapkan, output dari Kilang Dumai Green Coke, salah satunya digunakan untuk industri mobil listrik (Electric Vehicle/EV), seperti Tesla. Ia menjelaskan bahwa green coke saat ini menjadi produk bernilai tinggi dan diminati oleh banyak industri, sering dengan pengembangan mobil listrik yang masif hari ini

Lebih lanjut, Aribawa mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dan PT Pertamina Petrochemical Trading dalam mengembangkan pemasaran produk-produk petrokimia Pertamina dan mendukung manufaktur nasional. “Semoga sinergi PPN dan Pertachem bisa terus meningkat kedepannya, dan kami siap mendukung pemasaran produk-produk terbaru Kilang Dumai,” tutup Aribawa.

Melalui sinergi yang semakin erat antar entitas Pertamina Group, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai optimistis dalam pengembangan produk-produk bernilai tinggi, memperkuat industri nasional, meningkatkan daya saing perusahaan, serta memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(Isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iptu Rudiana Diduga Melarikan Diri Usai Diperiksa 3 Hari di Mabes Polri

    Iptu Rudiana Diduga Melarikan Diri Usai Diperiksa 3 Hari di Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • 0Komentar

    Iptu Rudiana, seorang perwira polisi yang menjadi sorotan publik, dilaporkan telah melarikan diri setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Mabes Polri selama tiga hari. KABAR ini pertama kali diungkapkan oleh Youtuber Hendro Firleeso melalui kanal YouTube-nya pada Jumat, 9 Agustus 2024 seperti dilansir InSulteng.id. Dalam video tersebut, Hendro mengklaim bahwa Rudiana dipanggil untuk menjalani pemeriksaan […]

  • Sabu dan Ganja yang Disita Polisi Ternyata “Sisa Jualan” Bandar di Siak

    Sabu dan Ganja yang Disita Polisi Ternyata “Sisa Jualan” Bandar di Siak

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Pelarian bandar narkoba MT berakhir setelah Satresnarkoba Polres Siak membekuknya di sebuah hotel di Dumai. Pngungkapan bermula dari penangkapan kurir dengan barang bukti sabu dan ganja sisa edar di wilayah Siak dan Sungai Apit. Pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak mengungkap fakta mengejutkan. Sabu dan ganja yang disita […]

  • Konflik Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Riau Tertahan di Jeddah

    Konflik Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Riau Tertahan di Jeddah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Dampak perang Iran versus Amerika Serikat-Israel yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan jemaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Provinsi Riau. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi mengalami perubahan rute hingga penundaan demi alasan keamanan. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon memastikan jemaah asal Riau dalam kondisi […]

  • Petugas Kementerian Agama bersama ahli falak melakukan rukyatul hilal menggunakan teleskop untuk memantau kemunculan bulan penanda awal Ramadan.

    Kemenag Riau Tetapkan Rooftop Sonaview Dumai Lokasi Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Kemenag Riau menggelar rukyatul hilal Ramadan 1447 H di Rooftop Hotel Sonaview Dumai, salah satu dari 96 titik pemantauan nasional. Menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai akan menjadi saksi penting proses rukyatul hilal di Provinsi Riau. Dari ketinggian gedung tersebut, para ahli falak akan menanti senja, sembari mengamati […]

  • Pertamina Kilang Dumai Implementasikan ‘Stop Work Authority’, Kini Semua Pekerja Bisa Stop Pekerjaan Tak Aman

    Pertamina Kilang Dumai Implementasikan ‘Stop Work Authority’, Kini Semua Pekerja Bisa Stop Pekerjaan Tak Aman

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    DUMAI, (KABARVIRAL.CO)— Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperkuat oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui implementasi budaya keselamatan di seluruh lini operasional Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai. Terbaru, Kilang Dumai juga telah mengimplementasikan kebijakan Stop Work Authority (SWA) sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam menempatkan K3 sebagai fondasi utama untuk menjaga operasional yang […]

  • Aktivis 98 Sindir Abdul Wahid: Defisit Triliunan Tapi Kasur Mewah Tetap Dibeli

    Aktivis 98 Sindir Abdul Wahid: Defisit Triliunan Tapi Kasur Mewah Tetap Dibeli

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Sorotan tajam kembali diarahkan kepada Gubernur Riau Abdul Wahid, kali ini terkait pembelian kasur mewah senilai Rp149 juta oleh Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Riau di tengah kondisi defisit anggaran daerah yang mencapai triliunan rupiah. Aktivis 98 yang juga pegiat pendidikan Riau, Erwin Sitompul, SPd, menyebut pembelian tersebut sebagai bentuk paradoks kepemimpinan. […]

expand_less