Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral, Pekanbaru – Di bawah langit Riau yang membentang luas, hamparan pohon sawit tumbuh teratur menyambut cahaya pagi. Angin berembus pelan membawa aroma tanah yang lembap, tanah yang tidak hanya menopang pohon dan manusia, tapi juga menyimpan sejarah panjang peradaban energi di Indonesia.

Di balik barisan batang sawit yang menjulang itu, ada cerita tentang kesungguhan dan harapan. Tentang upaya mengembalikan daya dukung tanah agar kembali menjadi bagian utuh dari siklus kehidupan. Inilah kisah bagaimana Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjaga keseimbangan alam, melalui jalan senyap namun penuh makna: bioremediasi.

Hampir seratus tahun lalu, tanah di wilayah Sumatra bagian Tengah yang kemudian salah satunya menjadi Zona Rokan telah menjadi sumber energi yang menopang kebutuhan negeri. Namun, dalam perjalanannya, beberapa titik lahan mengalami perubahan fungsi dan struktur akibat aktivitas industri dan manusia yang berlangsung lama. Tak ingin membiarkan tanah kehilangan perannya dalam siklus ekologi, PHR memilih jalan pemulihan yang terukur dan berkelanjutan.

“Tanah ini punya sejarah panjang dalam mendukung kebutuhan energi bangsa. Kini, kami ingin memastikan ia tetap berperan bagi masa depan,” ujar Ovulandra Wisnu, VP Remediation and Asset Retirement PHR.

PHR menerima penugasan dari pemerintah untuk melanjutkan pemulihan di tanah yang terpapar minyak bumi di masa lalu, jauh sebelum aturan tentang pengelolaan limbah berkembang. Pemulihan ini dilaksanakan berdasarkan peta jalan yang telah disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian ESDM dan, SKK Migas. Di balik kegiatan itu, tersembunyi komitmen besar: menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari industri energi.

Program ini tidak dilakukan secara sembarangan. Dengan bimbingan teknis dari KLH, PHR menerapkan teknologi tepat guna yang efektif dan efisien, salah satunya adalah metode bioremediasi setempat (onsite), yaitu teknik pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme alami seperti bakteri pengurai yang bisa didapat dari lokasi setempat. Dengan pendekatan landfarming, tanah dikelola secara aktif, diberi nutrisi, diolah, dan dijaga kelembapannya agar proses biologis berjalan optimal.

“Pilot penggunaan teknologi onsite ini dikembangkan dengan melibatkan beberapa universitas sejak akhir 2022 dan di lapangan telah terbukti berhasil di tahun 2024. Mikroorganisme ini seperti mitra kerja kami di bawah permukaan. Mereka bekerja tanpa suara, namun dampaknya sangat nyata,” kata Wisnu.

Proses pemulihan tanah sendiri melibatkan tahapan ilmiah yang ketat: dari pengumpulan data awal, delineasi (proses untuk mengidentifikasi volume, luasan dan sebaran TTM), penyusunan/persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH), hingga proses pemantauan, evaluasi dan verifikasi hasil oleh KLH. Di setiap lokasi, keberhasilan tidak hanya diukur dari turunnya kadar senyawa hidrokarbon, tetapi dari kembalinya kemampuan tanah mendukung kehidupan kembali—baik bagi tumbuhan, hewan, maupun manusia.

Di Kabupaten Siak, cerita berbeda mulai tumbuh di antara pohon-pohon sawit. Roy Safroi, seorang petani sawit menyaksikan langsung bagaimana lahannya kini berubah menjadi lebih produktif.

Lahan Roy termasuk salah satu yang mendapatkan sentuhan teknologi onsite bioremediasi dari PHR. Setelah melalui proses perawatan dan pengolahan selama beberapa bulan, Roy berharap hasilnya akan dirasakan suatu hari nanti.

Bagi Roy, tanah bukan sekadar ladang. Ia adalah sumber kehidupan yang tak ternilai. Saya berterima kasih atas upaya yang dilakukan PHR sehingga tidak hanya menjaga, namun juga memperbaiki lingkungan yang ada,” ucapnya dengan nada optimistis.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Program pemulihan tanah ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi lintas sektor dapat menghasilkan solusi nyata bagi lingkungan. PHR menggandeng lembaga pemerintah, otoritas energi, dan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung RI dalam setiap tahapan pelaksanaan.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari Kejaksaan Agung RI baik dalam proses perencanaan/pengadaan maupun pelaksanaan kegiatan ini. Koordinasi yang baik dengan KLH, DLH/DLHK, ESDM, dan SKK Migas juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan regulasi,” terang Wisnu.

Lebih dari sekadar kepatuhan, pendekatan ini mencerminkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik—Good Corporate Governance—yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi jangka panjang.

Menyemai Masa Depan, Mewariskan Kehidupan

Tanah yang sehat bukan hanya membawa manfaat hari ini, tapi juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan. Melalui program pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) ini, PHR tidak hanya menjaga ekosistem di wilayah operasinya, tetapi juga menanam nilai—bahwa industri dan alam bisa berjalan berdampingan.

Di beberapa lokasi yang telah dipulihkan, masyarakat mulai memanfaatkan kembali lahannya untuk pertanian. Sebuah lanskap yang dulu sempat tertunda saat proses pemulihan, kini kembali berlanjut

Di tengah deru operasional migas yang terus berjalan, Pertamina Hulu Rokan terus merawat bagian penting dari bumi: tanah. Mereka tidak bekerja sendiri. Alam ikut membantu, mikroorganisme turut andil, dan masyarakat menjadi bagian dari cerita besar ini.

Pemulihan tanah melalui bioremediasi bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju keseimbangan. Di atas tanah yang kini kembali bernapas, harapan kembali tumbuh. Dan Roy Safroi, bersama pemilik lahan lainnya, menjadi saksi bahwa ketika alam diberdayakan kembali, kehidupan akan selalu menemukan jalannya.***

Tags
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erwin Sitompul: Saya Bela Guru Honor, Kok Malah Dibilang Provokator?

    Erwin Sitompul: Saya Bela Guru Honor, Kok Malah Dibilang Provokator?

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya mengeluarkan perkataan yang tidak pantas kepada Erwin Sitompul SPd dengan menyebutkan bahwa aktivis pendidikan Riau ini sebagai provokator. Padahal Erwin Sitompul SPd hanya memperjuangkan curhat guru bantu jenjang Dikdas yang sudah 3 bulan belakangan ini belum menerima gaji. Perkataan provokator atau memprovokasi itu disampaikan Plt […]

  • Pemancing di Rohil Hilang Diterkam Buaya di Kuala Sungai Rokan

    Pemancing di Rohil Hilang Diterkam Buaya di Kuala Sungai Rokan

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
    • 0Komentar

    Seorang pemancing bernama Ruslan (53) hilang setelah diterkam buaya di kuala Sungai Rokan, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, Ahad pagi (28/07/24). TIM Basarnas Pekanbaru segera merespon laporan mengenai kondisi membahayakan manusia ini. Korban dilaporkan diseret ke dalam sungai oleh buaya, dan saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan SAR Unit Rohil dibantu Polairud Polres Rohil. […]

  • Kebakaran Hebat di Dumai Barat, Rumah Makan dan Toko Sembako Tak Tersisa

    Kebakaran Hebat di Dumai Barat, Rumah Makan dan Toko Sembako Tak Tersisa

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Syech Umar, Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai Barat, Senin (21/07). Tiga bangunan ludes terbakar, termasuk Rumah Makan Akbar dan Toko Sembako KIA. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Belum usai kasus kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di sejumlah kecamatan di Kota Dumai. Musibah kebakaran […]

  • KLM Prima Setia karam di perairan Sepahat Bengkalis

    Ombak Besar Karamkan Kapal Sembako, Muatan Berserakan di Pantai Sepahat

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • 0Komentar

    KLM Prima Setia karam di perairan Sepahat Bengkalis akibat cuaca ekstrem. Muatan sembako berserakan ke pantai, tujuh awak kapal selamat. kabarViral, Bengkalis – Kecelakaan laut menimpa Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia No.1033/Ia GT 170 di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/1/2026). Kapal pengangkut sembako tersebut dilaporkan karam akibat dihantam […]

  • PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Rayakan HUT ke-26 dengan Tebar Kepedulian bagi Anak Kurang Mampu dan Lansia

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Rayakan HUT ke-26 dengan Tebar Kepedulian bagi Anak Kurang Mampu dan Lansia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    DUMAI (KABARVIRAL.CO)— Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan kepedulian yang berdampak kepada masyarakat di Kota Dumai. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial senilai Rp 64.080.000 berupa santunan pada lansia dhuafa serta paket sembako, dan […]

  • Apical Dumai Lakukan Aksi Penanaman 2.000 Mangrove di Pantai Taisan

    Apical Dumai Lakukan Aksi Penanaman 2.000 Mangrove di Pantai Taisan

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • 0Komentar

    Apical, pengolah minyak nabati berkelanjutan, melalui unit bisnisnya di Dumai hari ini melakukan aksi penanaman 2.000 mangrove di Pantai Taisan Purnama, Jalan Surau Laut, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Kegiatan ini dilangsungkan masih dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli. MUSLIM Ibrahim, Managemen Apical Dumai menyatakan bahwa kegiatan […]

expand_less