Dinkes Dumai Evaluasi Pencegahan Stunting, Fokus pada Pengukuran dan Intervensi Serentak
- calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
- print Cetak

Dinkes Dumai menggelar pertemuan dengan tajuk Evaluasi Hasil Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang bertempat di Ballroom Hotel Cititel pada Selasa, (30/07/2024).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Dumai – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai mengadakan pertemuan penting bertajuk “Evaluasi Hasil Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting” pada Selasa (30/7/2024). Acara ini bertujuan untuk meninjau ulang upaya yang telah dilakukan dalam menekan angka stunting di Kota Dumai, sekaligus merumuskan strategi baru untuk menghadapi tantangan yang muncul.
Pertemuan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kabid Kesmas Shintia Riza, S.Kem., M.Si., Kepala Tim Kerja Kesehatan Keluarga Elcha Sesti, SST, MKM., dan Kepala Tim Kerja Gizi Miftah Hayungningtyas, S.Gz. Mereka memaparkan data dan hasil evaluasi dari berbagai bidang yang terlibat dalam program pencegahan stunting di Dumai.
Menurut data yang dipaparkan oleh Kabid Shintia Riza, angka stunting di Kota Dumai menunjukkan tren penurunan dari 23% pada tahun 2022 menjadi 12,8% pada tahun 2023. Namun, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan pada Juni 2024 menunjukkan peningkatan menjadi 14,9%. “Inilah yang membuat kami, Dinkes, bergerak untuk melakukan evaluasi pengukuran dan intervensi serentak. Kami ingin memastikan upaya yang dilakukan sudah tepat sasaran dan efektif,” ujar Shintia.
Lebih lanjut, Shintia menjelaskan bahwa evaluasi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi masalah gizi pada ibu hamil, balita, dan pengantin yang ditemukan selama pencanangan Evaluasi Pengukuran dan Intervensi Nasional pada Juni lalu. “Kami mengundang camat, lurah, tenaga pendamping keluarga, tenaga pendamping gizi, puskesmas, dan lainnya agar dapat menjaga tiga sasaran tersebut di setiap posyandu. Jika ini terjaga, kita dapat mencegah penambahan angka stunting baru,” tambahnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Dumai, Hj Leni Ramaini Paisal, SKM., yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengajak para petugas puskesmas dan kader posyandu untuk lebih giat dalam menekan kasus stunting. “Kerja keras kita sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Mari bersama-sama kita wujudkan Dumai yang bebas stunting,” ungkapnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinkes dr. Eka Viora, Kepala Sumber Daya Kesehatan (SDK) Apt. Sarina Uly, S.Farm., serta Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Kerja Pendamping Keluarga (TKPK). Evaluasi yang berlangsung di acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kota Dumai.
Dengan berbagai pihak yang terlibat dan komitmen bersama, Dinkes Kota Dumai berharap angka stunting di wilayah ini dapat ditekan secara signifikan, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan berpotensi maksimal. **
- Penulis: Redaksi






