Puluhan Pengungsi Rohingya di Kampar Kabur, 103 Orang Dievakuasi ke Pekanbaru
- calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAMPAR, KABARVIRAL – Setelah menuai polemik selama tiga hari di Kabupaten Kampar, akhirnya ratusan pengungsi Rohingya dievakuasi ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru pada Selasa (25/2/2025) sore. Namun, proses evakuasi ini menyisakan persoalan baru, lantaran sebanyak 79 pengungsi dinyatakan kabur dari tempat penampungan. Dari total 182 pengungsi yang terdata sebelumnya, hanya 103 orang yang berhasil dipindahkan ke Pekanbaru.
Warga Resah, Pengungsi Berkeliaran
Masyarakat setempat semakin resah dengan adanya kabar bahwa puluhan pengungsi yang melarikan diri terlihat berkeliaran di permukiman dan kebun warga. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kampar, melalui Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional, Zaid Yuli, mengonfirmasi bahwa hanya 103 orang yang berhasil dibawa ke Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa penanganan pengungsi ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.
“Kami hanya berkoordinasi. Tugas terkait pengungsi sudah jelas diatur dalam Perpres,” ujar Zaid.
Terkait keresahan masyarakat, Zaid mengimbau agar warga tetap tenang dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan pengungsi yang masih berkeliaran. “Kami berharap masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.
Evakuasi Sempat Ditolak Rudenim
Proses evakuasi dimulai pada pukul 15.50 WIB dari tempat penampungan di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar. Pengungsi diberangkatkan menggunakan tiga unit truk, yakni satu truk milik Polres Kampar dan dua truk Satpol PP Kampar. Turut hadir dalam evakuasi perwakilan dari UNHCR, IOM, serta pihak kepolisian dan Kesbangpol Kampar.
Sebanyak 103 pengungsi yang dievakuasi terdiri dari 72 laki-laki dewasa, 30 perempuan, dan satu anak laki-laki. Proses pengawalan menuju Rudenim Pekanbaru dilakukan oleh Polres Kampar bersama Kesbangpol dan Satpol PP, dengan pengawalan mobil voorijder Sat Lantas Polres Kampar.
Rombongan tiba di Rudenim Pekanbaru sekitar pukul 17.47 WIB. Namun, pihak Rudenim menolak menerima para pengungsi dengan alasan belum adanya pendataan resmi dari Imigrasi dan UNHCR. Situasi ini sempat membuat tim evakuasi kebingungan.
Pada pukul 19.20 WIB, Ketua School RCRP yang berada di samping Rudenim akhirnya bersedia menerima para pengungsi. Evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 20.05 WIB dalam kondisi aman dan terkendali.
Dipindahkan ke Pemukiman Lama
Para pengungsi akhirnya ditempatkan di permukiman warga Rohingya yang sudah lebih dulu menetap di belakang Rudenim Pekanbaru. Seorang petugas keamanan Rudenim membenarkan hal ini.
“Iya, tadi ada pengungsi Rohingya yang diantar ke sini. Sekarang mereka sudah di belakang, bergabung dengan komunitas pengungsi Rohingya yang lama,” kata petugas tersebut saat diwawancarai pada Selasa malam.
Hingga kini, keberadaan 79 pengungsi yang kabur masih menjadi tanda tanya. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menelusuri keberadaan mereka demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kabupaten Kampar.(red/isa)
- Penulis: Redaksi







