Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu Senilai Rp 62,9 Miliar, 5 Tersangka Ditangkap

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu Senilai Rp 62,9 Miliar, 5 Tersangka Ditangkap

  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI (KABARVIRAL.CO)– Polda Riau menggagalkan peredaran 34,9 kg sabu senilai Rp 62,9 miliar dan mengamankan 5 tersangka.

Polda Riau kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 34,9 kilogram. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka dan menaksir nilai barang bukti mencapai Rp 62,9 miliar.

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengatakan pengungkapan itu merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba (OSN) yang menjadi program prioritas Kapolri.

Menurutnya, pengungkapan dilakukan dalam rangka memutus jaringan peredaran narkotika yang masuk ke wilayah Riau.

“Dari 34,9 kilogram ini kita nilai dengan rupiah sekitar Rp 62,9 miliar, dengan jiwa yang terselamatkan sekitar 175 ribu jiwa,” kata Arman, Selasa (27/10/2026).

Arman menyebut pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Dalam upaya pemberantasan narkoba, Polda Riau juga bekerja sama dengan Bea Cukai untuk memperketat pengawasan jalur masuk narkotika dari luar negeri, khususnya melalui wilayah pesisir timur Riau.

Menurutnya, wilayah Dumai dan Bengkalis menjadi perhatian karena memiliki jalur laut yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika internasional untuk memasukkan barang haram dari Malaysia.

“Riau ini merupakan pintu masuk narkoba, terutama dari Malaysia, dengan menggunakan beberapa pelabuhan yang ada di wilayah bagian timur Provinsi Riau, terutama di seputaran Dumai, Bengkalis, dan pesisir pantai,” ujarnya.

Arman menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, narkotika yang diungkap tersebut diduga akan diedarkan ke sejumlah wilayah, yakni Riau, Medan, dan Sumatera Selatan.

Dia mengatakan pihaknya terus mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan yang berada di balik pengiriman sabu tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan di Malaysia.

“Kita sudah mendapatkan nama-nama yang akan kami dalami. Mudah-mudahan dari pihak mereka pun ada respons untuk menghentikan jalur keluar dari wilayah Malaysia, terutama di bagian barat Semenanjung Malaka,” katanya.

Arman menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan para tersangka yang telah diamankan. Polisi akan terus menelusuri jalur distribusi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Dia juga mengingatkan agar wilayah Riau tidak dijadikan sebagai pintu masuk maupun tempat pemasaran narkotika jaringan internasional.

“Saya tidak akan main-main. Mereka membentuk jalur laut dan darat, mereka merekrut orang, kita dijadikan korban sama mereka. Saya nyatakan perang khusus narkoba, tidak ada ampun,” tegasnya.

Selain melakukan penindakan, Polda Riau juga menyiapkan langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat, terutama kalangan pelajar dan remaja, dari ancaman narkotika.

Arman mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), termasuk BNN Provinsi Riau, untuk menyusun langkah mitigasi dan edukasi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, upaya pencegahan diperlukan agar generasi muda tidak menjadi sasaran peredaran maupun perekrutan oleh jaringan narkotika.

“Kita sudah menyiapkan skemanya, sistem bagaimana kita melakukan mitigasi untuk pencegahannya. Setelah membuat pemetaan terkait penindakan yang sudah dilakukan selama ini, kita akan melakukan mitigasi, terutama pencegahan,” ujarnya.

Arman juga mengajak pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di Riau.

Arman menegaskan pengungkapan sabu seberat 34,9 kilogram tersebut berbeda dengan pengungkapan kasus narkotika sebelumnya. Meski demikian, polisi masih mendalami jaringan yang diduga berada di Malaysia untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan di antara jalur-jalur peredaran tersebut.

Dia meminta masyarakat dan media memahami bahwa penyidik belum dapat membeberkan seluruh detail teknis pengungkapan karena proses pengembangan masih berlangsung.

“Pengungkapan narkoba ini berbeda dengan pidana yang lain. Saya berharap rekan-rekan maklum untuk teknis dan bagaimana pengungkapan ini, tidak perlu harus terlalu detail karena kita masih dalam proses pengembangan,” pungkasnya.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Dumai Ungkap Kasus Besar Peredaran Narkoba, Tersangka Terancam Hukuman Mati

    Polres Dumai Ungkap Kasus Besar Peredaran Narkoba, Tersangka Terancam Hukuman Mati

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • 0Komentar

    Kabarviral, Dumai – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai berhasil mengungkap kasus besar peredaran narkotika pada Kamis (17/10/2024). Seorang tersangka berinisial MS alias S, seorang buruh harian lepas, ditangkap oleh petugas di kawasan Jalan Tenaga, Gang Pasar, Kelurahan Dumai Kota, setelah diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti […]

  • Kapolsek Bukit Kapur Iptu Anra Nosa, S.H., M.H

    Polisi Tangkap Kawanan Pembobol SMP Negeri 17 Dumai, 14 Laptop Raib

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Tim Kepolisian Polsek Bukit Kapur berhasil mengungkap kasus pencurian di SMP Negeri 17 Dumai yang berada di Jalan Cemara, Air Besar, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur. Tiga tersangka yang diduga sebagai pelaku pembobolan sekolah tersebut telah diamankan. Mereka masing-masing berinisial MS, DAS, dan RS. Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H., S.I.K., […]

  • Kedapatan Bawa 30 Butir Ekstasi, Pria di Dumai Diciduk Polisi di Medang Kampai

    Kedapatan Bawa 30 Butir Ekstasi, Pria di Dumai Diciduk Polisi di Medang Kampai

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL– Peredaran narkoba di Dumai kembali terbongkar! Kali ini, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai berhasil menangkap seorang pria berinisial A (38), warga Jalan Dumai – Sei Pakning, karena kedapatan membawa puluhan butir pil diduga ekstasi. Penangkapan terjadi dramatis pada Jumat (2/5/2025) di pinggir Jalan Parit Tugu, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota […]

  • Rig Patah di Duri Satu Tewas, Tiga Luka: PII Desak Investigasi Total, Audit Struktur hingga Cek Kompetensi Insinyur!

    Rig Patah di Duri Satu Tewas, Tiga Luka: PII Desak Investigasi Total, Audit Struktur hingga Cek Kompetensi Insinyur!

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Riau menilai insiden patahnya anjungan rig servis PT Arthindo Utama di Duri yang menewaskan satu pekerja sebagai kegagalan keinsinyuran serius, bukan sekadar kecelakaan kerja. Ketua PII Riau, Ulul Azmi, menyoroti lemahnya aspek teknis, inspeksi, dan K3, serta mengingatkan potensi sanksi pidana sesuai UU Keinsinyuran. PII mendesak investigasi menyeluruh demi […]

  • Kantor Imigrasi Dumai Tunda 366 Paspor Diduga PMI Non Prosedural

    Kantor Imigrasi Dumai Tunda 366 Paspor Diduga PMI Non Prosedural

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai mencatat sebanyak 366 permohonan paspor Republik Indonesia ditunda sepanjang periode 2021–2025. Penundaan ini dilakukan karena para pemohon diduga akan berangkat sebagai Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP). Data tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M. Tolib, A.Md.Im., S.H., M.Si, […]

  • Ammar Zoni Jalani Status High Risk, Hayati Kamelia Soroti Kondisi Sel Tahanan

    Ammar Zoni Jalani Status High Risk, Hayati Kamelia Soroti Kondisi Sel Tahanan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA (KABARVIRAL.CO)- Hayati Kamelia khawatir kondisi mental Ammar Zoni menurun selama menjalani status high risk di Lapas Nusakambangan. Ammar disebut menghuni sel isolasi dengan penerangan minim. Hayati Kamelia mengaku khawatir dengan kondisi Ammar Zoni di Lapas Nusakambangan. Status high risk yang disandang Ammar, diakui Kamelia, sangat berat untuk dijalani mengingat sang kekasih ditempatkan di sel […]

expand_less