Gara-gara Harta Warisan, Kakak Bacok Adik di Kampar
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAMPAR (KABARVIRAL.CO) – Perselisihan warisan di Kabupaten Kampar berujung tragis. Seorang kakak berinisial SE tega membacok adik kandungnya sendiri menggunakan parang hingga mengalami luka serius.
Persoalan pembagian harta warisan kembali menjadi pemicu retaknya ikatan keluarga. Seorang pria berinisial SE (48) tega melukai adik kandungnya sendiri, SU (41) di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Insiden memilukan ini menunjukkan betapa sengketa material mampu membutakan hubungan persaudaraan hingga mengabaikan ruang dialog dan berujung pada kekerasan.
Peristiwa bermula ketika sang adik baru saja pulang mencari pakis dan tengah beristirahat di rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB. Mendengar suara sepeda motor merapat dari arah belakang rumah, SU awalnya mengira ada tamu biasa yang berkunjung sehingga ia langsung membuka pintu belakang.
Nahas, saat pintu terbuka sang kakak ternyata sudah menanti di samping sepeda motornya. Tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara atau meredam permasalahan keluarga yang tengah mereka hadapi, pelaku langsung mengambil parang dari pijakan kendaraannya dan mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah adiknya.
Korban secara spontan berusaha melindungi diri dengan menangkis serangan menggunakan tangan kiri. Tindakan bertahan ini membuat sang adik mengalami luka robek serius dan pendarahan hebat. Dalam kondisi terluka, ia berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan.
Masyarakat sekitar yang mendengar jeritan tersebut langsung memberikan empati dan bantuan, lalu membawanya ke Klinik Trans Husada untuk mendapat penanganan medis pertama sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit guna proses pemulihan lebih lanjut.
Rentetan tragedi keluarga ini kini ditangani secara hukum untuk mencegah konflik sosial yang lebih luas. Pelaku yang sempat melarikan diri akhirnya berhasil ditangkap oleh jajaran Polsek Kampar Kiri Hilir, Selasa (12/5/2026) dini hari.
“Motif pelaku melakukan penganiayaan diduga karena persoalan warisan,” ujar Kapolres Kampar, Boby Putra Ramadhan, Rabu (13/5/2026).
Setelah berhasil diamankan petugas, SE mengakui seluruh perbuatannya yang telah mencederai saudara kandungnya sendiri. Guna menghilangkan jejak, ia mengaku membuang parang yang digunakannya ke sungai di wilayah Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah.
“Pelaku langsung mengambil parang dari pijakan sepeda motor dan mengayunkannya ke arah leher korban tanpa berkata apa pun,” urainya menjelaskan detail awal mula penyerangan tersebut.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






