Breaking News
light_mode
Beranda » Dumai » Kelompok Nelayan Binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Konsisten Panen Ikan Nila Salin, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Pesisir

Kelompok Nelayan Binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Konsisten Panen Ikan Nila Salin, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Pesisir

  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral, Dumai — Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya binaan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) kembali memanen ikan nila salin hasil budidaya dengan media kolam bioflok pada Rabu (15/4)

Kegiatan ini menjadi bukti nyata konsistensi Kilang Dumai dalam menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Dumai, khususnya di Kelurahan Mundam. Program ini juga menjadi tonggak penting kolaborasi antara perusahaan dan kelompok masyarakat, dengan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok dalam mengelola usaha budidaya secara berkelanjutan.

Pada caturwulan pertama tahun 2026, Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya berhasil memanen sebanyak 42,3 kilogram ikan nila salin dengan harga jual Rp35.000 per kilogram.Hasil panen tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat sekitar serta pekerja Kilang Pertamina Dumai yang turut membelinya. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kualitas hasil budidaya Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya.

Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya merupakan salah satu mitra binaan TJSL Kilang Dumai yang tergabung dalam program Serumpun Paman Bahri (Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul Pangan Mandiri dan Bahari Lestari). Melalui program ini, Kilang Dumai tidak hanya memberikan dukungan sarana dan prasarana budidaya, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan kepada kelompok nelayan.

Pendampingan teknis budidaya ikan nila salin dengan metode bioflok dilakukan melalui kolaborasi bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dumai serta Politeknik Perikanan Dumai. Selain itu, kelompok juga memperoleh bantuan 1.000 ekor bibit ikan sebagai modal awal pengembangan usaha.

Secara berkelanjutan, Kilang Dumai aktif melakukan pendampingan, baik pada aspek teknis budidaya maupun penguatan kapasitas kelompok, guna memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan. Pada momen panen, tim CSR Kilang Dumai turut terlibat tidak hanya dalam proses panen, tetapi juga membantu pemasaran hasil serta melakukan evaluasi sebagai bagian dari strategi pengembangan program ke depan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai, Muhammad Rum, menyampaikan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak jangka panjang.

“Program ini kami jalankan secara konsisten dengan pendekatan pendampingan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kelompok tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dan berdaya saing,” ujar Muhammad Rum.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat aspek teknis dan keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, Sulaiman, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut serta apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kilang Pertamina Dumai.

“Alhamdulillah, setelah dengan banyaknya tantangan kami belajar budidaya bioflok, hasil panen ini menjadi penyemangat bagi kami. Selama ini kami biasanya mengandalkan melaut. Sejak menjadi mitra binaan dan mendapatkan dukungan serta pendampingan dari Pertamina, kami yakin ini bisa jadi peluang usaha yang bisa kami kembangkan ke depan,” ungkap Sulaiman.

Kegiatan budidaya ikan dengan media bioflok ini merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim CSR Kilang Dumai sebagai solusi alternatif ekonomi bagi nelayan, khususnya saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melaut. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Ke depan, Kilang Pertamina Dumai akan terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.(Isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Riau Jebol Rp3,5 Triliun, Aktivis Pendidikan Desak KPK Segera Bertindak

    APBD Riau Jebol Rp3,5 Triliun, Aktivis Pendidikan Desak KPK Segera Bertindak

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Berbagai pihak mendesak agar penegak hukum mengusut persoalan defisit APBD Provinsi Riau yang mencapai Rp.3,5 Triliun. Aktivis pendidikan Erwin Rodimart Sitompul S.Pd menilai terjadinya defisit akibat adanya tata kelola pemerintahan yang sembarangan dan tidak sesuai regulasi. “Kita minta KPK langsung turun gunung mengusut persoalan ini. Menurut hemat kami ada dugaan tata kelola […]

  • Wacana Jembatan Dumai-Melaka

    Wacana Jembatan Dumai-Melaka Sepanjang 47 Km Mencuat, Oposisi Malaysia Sebut Tak Realistis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Rencana pembangunan jembatan Melaka–Riau sepanjang 47 km menuai kritik oposisi. Proyek dinilai tak realistis dan berisiko membebani keuangan negara bagian. Pemerintah Negara Bagian Melaka, Malaysia, secara resmi mengumumkan rencana strategis pembangunan jembatan raksasa yang akan menghubungkan Melaka dengan Provinsi Riau, Indonesia. Proyek ambisius ini digadang-gadang memiliki bentang panjang lebih dari 47 kilometer dan […]

  • Petugas melakukan pemeriksaan terhadap bangkai gajah sumatera yang ditemukan di kawasan hutan Kabupaten Pelalawan. Polisi menduga satwa dilindungi tersebut menjadi korban perburuan liar yang menargetkan gadingnya.

    Polda Riau Buru Sindikat di Balik Pembantaian Gajah Sumatera di Pelalawan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Kepolisian Daerah Riau terus memburu pelaku pembantaian gajah sumatera yang terjadi di Kabupaten Pelalawan. Indikasi awal mengarah pada sindikat pemburu profesional yang menargetkan gading sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes M Hasyim Risahondua, mengatakan penyidik masih bekerja intensif di lapangan dengan memeriksa sejumlah saksi kunci. Pemeriksaan dilakukan […]

  • Ibu Rumah Tangga di Kampar Tewas Bersimbah Darah, Uang Rp 40 Juta Raib

    Ibu Rumah Tangga di Kampar Tewas Bersimbah Darah, Uang Rp 40 Juta Raib

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Kampar, Riau, menjadi korban perampokan yang berujung maut. Lisma Donna Riasta (43) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Dusun Kampung Lintang, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Ahad (23/2/2025). Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja, mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Rani (17), sekitar pukul 10.30 […]

  • Kebakaran Los Angeles Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang

    Kebakaran Los Angeles Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • 0Komentar

    LOS ANGELES, KABARVIRAL – Petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api yang meluas di Los Angeles akibat angin kencang, Sabtu (11/1). Api bergerak ke arah museum seni Getty Center dan Lembah San Fernando yang padat penduduk, memperluas ancaman. Warga Tarzana, Sarah Cohen, mengaku cemas karena kebakaran mengancam rumahnya meski pemadam menyiramkan air dari udara. Rekaman […]

  • Erwin Sitompul: Data Kemendagri Buktikan Program MBG Tidak Turunkan PAD Riau

    Erwin Sitompul: Data Kemendagri Buktikan Program MBG Tidak Turunkan PAD Riau

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    PEKANBARU (KABARVIRAL.CO)– Mantan Aktivis 98 sekaligus pejuang guru, Erwin Sitompul, menyatakan sepakat dengan hasil klarifikasi dan verifikasi yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau. ‎Menurut Erwin, data yang disampaikan Kemendagri menunjukkan secara jelas bahwa Program MBG tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan […]

expand_less