Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DURI (KABARVIRAL.CO) — Bagi Chandra Setiawan, debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran bukanlah pemandangan asing. Selama bertahun-tahun, pemuda asal Balam Km 15, Kabupaten Rokan Hilir ini, menghabiskan hari-harinya berjualan bersama ibunya.

Chandra menjajakan makanan dari satu lokasi proyek rig ke lokasi lainnya demi menyambung hidup. Berawal dari menata dagangan di luar pagar area kerja migas, kini Chandra bersiap mengenakan seragam kebanggaan sebagai bagian dari kru profesional di atas menara bor.

Perjalanan pemuda ini memotret jelas bagaimana ketekunan seorang anak berbakti mampu membawanya melampaui pagar pembatas dan benar-benar “naik kelas”.

Perjalanan ini dimulai pada tahun 2023. Saat itu, Chandra mulai membantu ibunya menjajaki kerasnya hidup dengan berjualan tak jauh dari lokasi rig PDSI beroperasi. Ke mana pun raksasa besi itu berpindah (moving), ke sana pula Chandra dan ibunya membawa dagangan. Mulai dari Balam Km 12, Km 16, hingga menyeberang ke area Bangko dan Sintong.

“Kami ikut ke mana rig itu pindah. Kalau lokasinya masih terjangkau, kami buka lapak di sana. Pernah istirahat sebentar karena rig pindah ke Duri yang terlalu jauh, tapi semangat kami tidak pernah surut untuk kembali lagi saat ada rig lain yang mendekat,” kenang Chandra.

Bagi Chandra, rig pengeboran adalah sumber magnet tersendiri. Menyaksikan para pekerja mengoperasikan alat berat menumbuhkan keinginan kuat dalam dirinya untuk suatu hari nanti turut mengenakan seragam kerja dan helm keselamatan.

Titik balik kehidupan Chandra datang di awal tahun 2025. Melalui informasi dari grup Karang Taruna, ia mengetahui adanya program Vokasi Migas yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Tanpa ragu, ia mendaftar. Rangkaian tes ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga Medical Check-Up (MCU), berhasil ia lalui. Kerja kerasnya berbuah manis; ia terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu selama dua bulan.

Di sana, Chandra tidak lagi melihat rig dari balik pagar kantin. Ia mempelajari regulasi, teknis pekerjaan, hingga aspek keselamatan kerja (safety) yang sangat ketat. “Di IDTC, saya belajar banyak hal yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari jauh. Kami diajarkan untuk memahami setiap detail operasi di lapangan,” jelasnya.

Sepulang dari IDTC, sembari menunggu jadwal magang resmi di Rig PDSI, Chandra tidak lantas berpangku tangan. Ia kembali ke habitat lamanya: membantu ibunya berjualan di sekitar Rig PDSI yang saat itu beroperasi di Menggala dan Sintong. Namun, takdir baik segera menjemput. Pada April 2026, perjuangannya membuahkan hasil nyata. Chandra mendapatkan panggilan kerja untuk bergabung di Rig PDSI.

“Saya ingin membanggakan orang tua. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual makanan di area rig juga bisa menjadi tenaga profesional di sana,” ungkap Chandra dengan nada bangga.

Kisah perjalanan Wahyu Kurniawan menawarkan dimensi yang berbeda. Sebagai putra daerah berdarah Sakai, langkah Wahyu menembus industri hulu migas menjadi representasi nyata dari inklusivitas program vokasi ini.

Bagi Wahyu, bergabung di PDSI melalui ekosistem pendidikan PHR menjadi wujud kebanggaan kultural bahwa putra daerah bisa berkiprah di tanah kelahirannya sendiri. “Ini adalah pembuktian bahwa pemuda asli daerah mampu bersaing di dunia kerja modern,” ujar Wahyu.

Perjalanannya tidak instan. Wahyu sempat mengalami fase ragu dan hampir menyerah saat menghadapi tantangan teori dan praktik lapangan yang menguras energi. Namun, dukungan keluarga dan keinginan untuk memberikan masa depan yang lebih baik menjadi bahan bakarnya.

“Alhamdulillah, hasil usaha itu kini terlihat. Ini adalah pertaruhan sebuah kepercayaan. Saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda Suku Sakai lainnya bahwa kita bisa berkontribusi langsung di industri migas,” tambahnya.

Chandra membawa semangat kegigihan seorang anak yang berbakti, sementara Wahyu merepresentasikan keberhasilan afirmasi talenta lokal. Keduanya kini berdiri di atas lantai rig yang sama, membuktikan bahwa dedikasi dan kesempatan yang tepat dapat mengubah garis tangan.

“Saya berharap, dengan pengalaman di migas nantinya, suatu saat saya bisa berkontribusi lebih luas lagi langsung di PT Pertamina Hulu Rokan,” harap Wahyu.

Jejak keberhasilan Chandra dan Wahyu memberikan potret nyata dari dampak investasi sosial di wilayah kerja PHR. Sinergi Program Penguatan Ekosistem Vokasi yang diinisiasi PHR bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sukses menjembatani talenta lokal di Provinsi Riau agar sejajar dengan standar industri global.***

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Dumai– Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi perpajakan kembali menorehkan pengakuan. Pada Upacara Hari Jadi Kota Dumai ke-27 Tahun, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menerima penghargaan sebagai kontributor terbesar pertama untuk Pendapatan Asli Daerah Kota Dumai melalui PBB-P2 (Pajak Bumi dan […]

  • Pimpin Anev Bhabinkamtibmas, Kapolres Rohil Tekankan Deteksi Dini dan Pelayanan Prima

    Pimpin Anev Bhabinkamtibmas, Kapolres Rohil Tekankan Deteksi Dini dan Pelayanan Prima

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral — Polres Rokan Hilir melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas sekaligus arahan pimpinan, yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026, sekira pukul 08.30 WIB, bertempat di Aula Tunggal Panaluan Polres Rokan Hilir. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Wakapolres Rokan Hilir Kompol […]

  • 100 Bungkus Narkoba Disita, Dua Kurir Jaringan Internasional Ditangkap di Bengkalis

    100 Bungkus Narkoba Disita, Dua Kurir Jaringan Internasional Ditangkap di Bengkalis

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • 0Komentar

    BENGKALIS, KABARVIRAL – Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional kembali digagalkan oleh tim gabungan di Kabupaten Bengkalis. Tim Khusus Elang Malaka Sat Narkoba Polres Bengkalis, bekerja sama dengan Bea Cukai Bengkalis, berhasil mengamankan 100 bungkus besar narkoba dalam operasi yang berlangsung di Perairan Pantai Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (12/2/25) malam. Kapolres Bengkalis AKBP […]

  • Maling Sapi di Dumai Panik, Mobil Pelaku Nyaris Dibakar Warga Usai Menabrak Kerangkeng

    Maling Sapi di Dumai Panik, Mobil Pelaku Nyaris Dibakar Warga Usai Menabrak Kerangkeng

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Aksi nekat empat pelaku spesialis pencurian sapi di Sri Pulau RT 12, Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, berhasil digagalkan warga. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (26/4/2025) sekitar pukul 01.30 WIB dan sempat membuat warga geram hingga nyaris membakar mobil pelaku. Berdasarkan informasi di lapangan, awalnya warga mencurigai mobil mini bus warna silver […]

  • Antre Berulang Pakai Barcode Palsu, Jaringan Penimbun Pertalite Ditangkap di Rohul

    Antre Berulang Pakai Barcode Palsu, Jaringan Penimbun Pertalite Ditangkap di Rohul

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Polres Rokan Hulu mengungkap jaringan pelangsir BBM bersubsidi yang memakai barcode palsu dan memodifikasi kendaraan untuk menimbun Pertalite. Enam pelaku asal Sumut ditangkap beserta barang bukti, usai terbukti menyelundupkan BBM subsidi ke Padang Lawas untuk dijual dengan harga lebih tinggi. Polres Rokan Hulu mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan jaringan pelangsir asal […]

  • Kasus DBD Meningkat, Anggaran Dinkes Rohil Disorot: Publik Pertanyakan Kinerja Kabid P2PPL

    Kasus DBD Meningkat, Anggaran Dinkes Rohil Disorot: Publik Pertanyakan Kinerja Kabid P2PPL

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Rokan Hilir — Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rokan Hilir memicu sorotan tajam publik. Hingga awal Februari 2026, tercatat 38 kasus DBD, dengan 29 kasus di Kecamatan Bangko, angka yang dinilai meningkat drastis dibanding periode sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap efektivitas penggunaan anggaran penanggulangan DBD oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) […]

expand_less