Ditolak ITB dan UB, Anak Pedagang Sayur Keliling Malah Diterima di Tiga Universitas Luar Negeri

Kabarviral.co, Malang – Chaswanah Aini tengah ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.

Sosok Chaswanah Aini jadi sorotan karena prestasinya yang luar biasa.

Chaswanah Aini diketahui diterima di kampus Luar Negeri padahal sebelumnya Chaswanah sempat ditolak di dua perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Namun, dia tidak berkecil hati karena keinginannya akhirnya terwujud. Bahkan, Chaswanah berhasil diterima di tiga universitas di luar negeri yang membuatnya merasa gembira dan sangat bersyukur.

Melalui Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Chaswanah diterima di 4 program yang ada di 3 universitas luar negeri. University of Toronto Canada, Mc Mastery University Canada, Monash University Australia, dan DeGroote School of Business Canada.

Chaswanah berasal dari keluarga kurang mampu. Ibunya adalah seorang pedagang sayur keliling, sementara sang Ayah sudah meninggal dunia sejak dia berusia 9 tahun.

“Memang mimpi itu (kuliah di luar negeri) sempat saya kubur dalam-dalam karena selama ini hanya ibu saya sendiri yang bekerja berjualan sayur keliling untuk menghidupi 3 anaknya. Bapak meninggal sejak saya masih usia 9 tahun,” ungkap Chaswanah seperti dilansir detikJatim, Rabu (5/4/2023).

Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, Chaswanah sempat bekerja sebagai private tutor selama 3 tahun saat dirinya duduk di bangku SMP. Tak hanya itu, ia juga pernah bekerja di Learning Management System selama 6 bulan.

“Kalau saya ngajar privat tutor itu awalnya banyak teman yang kesulitan memahami materi dan saya bantu. Ternyata apa yang saya lakukan didengar pelanggan sayur ibu saya dan diminta ngajar privat anaknya,” tuturnya.

Ditolak UB dan ITB 

Chaswanahh mulai mewujudkan mimpinya untuk kuliah di luar negeri saat ia kelas 11. Kala itu ia mencoba mendaftar melalui jalur beasiswa.

Di tengah proses pendaftaran beasiswa ke luar negeri, Chaswanah juga memutuskan untuk mendatar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kampus yang ia pilih adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Brawijaya (UB).

Daftar UB itu saya ambil jurusan manajemen dan di ITB itu ambil jurusan bisnis manajemen. Ya sayangnya saya tidak diterima di kedua perguruan tinggi itu,” ujarnya.

Meski ditolak oleh dua kampus negeri, kini Chaswanah tak lagi bersedih. Melalui Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Chaswanah diterima di 4 program yang ada di 3 kampus luar negeri dan 1 sekolah terlepas.

Kampus-kampus yang menerima Chaswanah adalah University of Toronto Canada, Mcmaster University Canada, Monash University Australia, dan DeGroote School of Business Canada.

Lantas, kampus mana yang akan ia pilih? 

Anak kedua dari 3 bersaudara itu mengaku jika disuruh memilih dirinya akan memutuskan untuk masuk ke University of Toronto Canada. Mengingat kampus dengan program Social Sciences and Humanities yang diambil sesuai dengan keinginannya sejak awal.

“Tapi saya bener-bener nggak menyangka, pada akhirnya mimpi untuk kuliah di luar negeri bisa tercapai. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini,” sambungnya.

Dia berhasil meraih mimpi, dia juga merasa bersyukur dan senang telah mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk melanjutkan studi S1 ke luar negeri. Saat ini dirinya pun masih menunggu tahapan akhir Letter of Government (LOG). Jika tidak ada halangan selama prosesnya, Chaswanah mulai aktif dalam perkuliahan pada September 2023 mendatang.

“Ibu saya mendukung sekali. Bahkan berhasil lolos saat mendaftar ke universitas luar negeri ini tentu tidak lain berkat doa dari ibu saya,” tandasnya.(dtc/isa)