GAZA, KABARVIRAL – Gencatan senjata di Jalur Gaza, yang berlaku sejak Ahad (19/1/2025), membawa angin segar bagi warga Gaza yang merindukan perdamaian. Toko-toko mulai dibuka kembali, dan pasar-pasar pun kembali hidup di sepanjang jalan-jalan Gaza.
Sementara itu, truk-truk bantuan kemanusiaan pun mulai memasuki wilayah tersebut dari Mesir, memberi harapan bagi pemulihan kehidupan setelah serangan brutal Israel yang berlangsung selama 15 bulan.
“Kami merasa sangat senang dan bahagia di Gaza setelah berakhirnya perang ini,” ujar salah seorang warga Gaza dengan wajah penuh kebahagiaan. Pembersihan puing-puing yang menutupi jalan-jalan juga mulai dilakukan untuk memulihkan aktivitas sehari-hari warga.
Setelah perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada 15 Januari, mediasi yang melibatkan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat berhasil mengakhiri kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 46 ribu warga Palestina dan 1.500 warga Israel.
Selama 15 bulan konflik, ketegangan merambah hingga ke Lebanon dan Yaman, dan memicu tembakan rudal antara Israel dan Iran.
Negosiator akan melanjutkan pembicaraan setelah gencatan senjata tahap pertama ini. Rencana untuk pembebasan sandera, gencatan senjata permanen, serta penarikan pasukan Israel dari Gaza menjadi fokus tahap kedua.
Selain itu, tahap ketiga akan mengatur soal rekonstruksi Gaza, pengembalian jenazah korban, serta mengakhiri blokade Israel terhadap kawasan tersebut.
Kesepakatan ini juga menetapkan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sebagai penjamin, yang akan mendirikan pusat koordinasi di Kairo untuk memastikan pelaksanaan perjanjian ini.
Gencatan senjata yang berlaku kali ini adalah yang kedua kalinya setelah serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Gencatan senjata pertama hanya berlangsung selama enam hari pada November 2023. Namun kali ini, ada harapan nyata untuk perdamaian yang lebih langgeng di Gaza.**
Sumber: Republika.co.id


















