Kasus Bunuh Diri Kembali Terjadi di Rohil, Gadis 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kosong

Foto ilustrasi

Kabarviral, Rokanhilir – Kasus bunuh diri kembali mengejutkan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan. Seorang gadis bernama Siti Rahayu (21) ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kosong yang berada di belakang rumahnya pada Rabu (16/10/2024) siang.

Kapolsek Pujud, AKP Tri Adiyatmika, melalui Kanit Reskrim Ipda Sobaruddin Dalimunthe membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah hukum Polsek Pujud.

Menurut keterangan Sobaruddin, peristiwa tersebut bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, saat korban bersama ibunya, Herdawati (48), dan kakaknya, Amelia Riska (22), sedang memetik buah Matoa di belakang rumah. Korban bahkan sempat bercanda dengan kakaknya sebelum Amelia pamit untuk pergi bekerja.

“Pada sekitar pukul 11.00 WIB, ibu korban masih melihat anaknya bermain handphone dan menuju belakang rumah. Namun, sekitar pukul 13.15 WIB, ketika ibu korban mengecek ke belakang rumah, ia dikejutkan dengan pemandangan memilukan—anaknya sudah tergantung di rumah kosong yang tak jauh dari rumah mereka,” jelas Sobaruddin.

Sontak, Herdawati berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang berdatangan kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Tanjung Medan, Aipda Hendri, yang langsung melaporkan kejadian ini ke Kapolsek Pujud.

Tim piket Reskrim Polsek Pujud segera mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung dengan tali tambang. Bersama tim medis dari Puskesmas Tanjung Medan, jenazah korban diturunkan dengan memotong tali gantungan dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan bekas simpul tali tambang di leher korban, serta luka lecet di bagian depan leher akibat tarikan tali. Dugaan kuat penyebab kematian adalah bunuh diri,” ungkap Ipda Sobaruddin.

Jenazah Siti Rahayu kemudian disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di desa setempat. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan menolak otopsi lebih lanjut atas jenazah korban.

Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Rokan Hilir

Dalam beberapa bulan terakhir, Kabupaten Rokan Hilir mengalami peningkatan kasus bunuh diri. Pada 24 Agustus 2024, seorang pria bernama M. Nainggolan (61) ditemukan gantung diri di Bagan Batu. Korban yang merupakan suami dari seorang juru parkir ditemukan tewas dengan cara yang sama.

Pada 12 September 2024, peristiwa bunuh diri juga terjadi di Desa Sei Meranti, Kecamatan Tanjung Medan. Korban, Puja Andriyan (30), ditemukan gantung diri di rumahnya setelah diduga depresi karena ditinggalkan istri dan anaknya sebulan sebelum kejadian.

Sementara itu, pada 1 Oktober 2024, Michael Sigit Prabowo (32) ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya di Desa Gelora, Kecamatan Bagan Sinembah. Diduga masalah rumah tangga dan asmara menjadi pemicu aksi nekat tersebut, di mana korban diketahui berpisah rumah dengan istrinya dan menjalin hubungan dengan wanita lain.

Meningkatnya angka bunuh diri di wilayah ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pihak berwenang, yang berharap dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah psikologis dan sosial yang mungkin menjadi pemicu kasus-kasus tersebut.(red/isa)