KABARVIRAL.CO – Baru-baru ini, sebuah video viral menampilkan fenomena alam yang langka terjadi di Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Video ini merekam Matahari kembar, yang menarik perhatian banyak orang di media sosial. Menanggapi hal ini, ahli meteorologi memberikan penjelasan terkait fenomena yang disebut “sundog” atau “parhelion”.
Peneliti Meteorologi di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Deni Septiadi, menjelaskan bahwa video tersebut menampilkan fenomena Matahari kembar yang merupakan jenis “halo” matahari. “Itu namanya ‘sundog’ atau ‘parhelion’, fenomena optik atmosfer yang merupakan jenis ‘halo’ matahari,” kata Deni seperti dilansir dari menit.co.id.
Sebelumnya, video tersebut telah menjadi perbincangan hangat di platform media sosial, terutama di Instagram. Dalam video tersebut, seseorang tampak memperhatikan dua Matahari yang tampak berbeda tingkat kecerahannya. “Matahari kedua ini. Jadi Matahari yang pertama ini. Kurang terang. Berbahaya ini. Entah apa yang terjadi ini,” ujar orang dalam video tersebut sambil mengambil gambar dua Matahari yang dimaksud.
Deni menjelaskan bahwa fenomena optik atmosfer seperti sundog atau parhelion terjadi akibat adanya perbedaan kerapatan atmosfer. Penjelasan ini membantu memahami mengapa terjadi penampakan dua Matahari yang tampak berbeda kecerahannya dalam video viral tersebut.
Fenomena alam seperti ini sering kali memicu rasa ingin tahu dan kagum dari masyarakat. Penjelasan yang diberikan oleh ahli meteorologi seperti Deni Septiadi membantu untuk memahami lebih dalam tentang kejadian yang unik dan langka seperti ini.
“Perbedaan densitas atau kerapatan atmosfer mengakibatkan difraksi cahaya matahari dipantulkan oleh kristal es akan menghasilkan dua titik cahaya di sekitar matahari sehingga akan tampak sebagai matahari kembar pada perspektif pandangan kita yang ada di permukaan,” jelasnya.
Fenomena sundog, kata dia, lazim terjadi saat perbedaan kontras kondisi hujan dan panas atau iklim yang dingin dan cukup lembap. Khususnya, pada suatu tempat dengan awan-awan tinggi jenis cirrus yang memiliki kristal es terdifraksi oleh cahaya matahari.
Selain adanya kristal es pada awan cirrus dan kondisi iklim yang dingin, munculnya sundog disebut biasa terjadi saat matahari rendah di langit. Matahari rendah sendiri terjadi saat dekat waktu matahari terbit atau terbenam.
“Ini posisi yang paling ideal terjadi halo,” tutur Deni.
Deni menilai fenomena sundog adalah murni fenomena optik akibat pemantulan cahaya dan tidak terkait dengan penanda cuaca ekstrem ataupun badai.
“Namun demikian, keberadaan awan cirrus merupakan petunjuk adanya perubahan cuaca di atmosfer ke depannya. Meskipun dalam beberapa kasus, pertumbuhan awan cirrus yang masif dan kompleks melibatkan cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Apa Itu Fenomena Matahari Kembar?
Sebuah video yang menunjukkan fenomena matahari kembar di Mentawai, Sumatera Barat, viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua matahari yang bersinar berdampingan di langit yang cerah.
Fenomena ini tentu saja menarik perhatian banyak orang. Beragam spekulasi pun muncul terkait penyebab munculnya matahari kembar tersebut. Ada yang mengaitkannya dengan tanda kiamat, ada pula yang menyebutnya sebagai fenomena alam biasa.
Penampakan matahari kembar merupakan fenomena alam yang disebut dengan sundog atau parhelion tengah viral di media sosial setelah di unggahan wargan di Mentawai, Sumatera Barat.
Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasannya. Menurut BMKG, fenomena matahari kembar yang terlihat di Mentawai merupakan fenomena optik yang disebut sundog atau parhelion.
Sundog adalah fenomena munculnya titik cahaya berwarna yang terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari melalui kristal es yang berbentuk prisma di atmosfer. Kristal es ini biasanya terdapat di awan cirrostratus yang tipis.
Fenomena sundog ini tidak berbahaya dan sering terjadi di berbagai belahan dunia. Biasanya, sundog terlihat pada saat cuaca cerah dan matahari berada di ketinggian yang rendah.
Tips Mengamati Sundog
Bagi Anda yang ingin melihat fenomena sundog, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
- Cari tempat yang terbuka dengan pemandangan langit yang luas.
- Waktu terbaik untuk melihat sundog adalah sekitar satu jam setelah matahari terbit atau satu jam sebelum matahari terbenam.
- Perhatikan awan cirrostratus yang tipis di langit.
- Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dari sinar matahari.
Fenomena Matahari Kembar atau sundog merupakan salah satu contoh keindahan alam yang patut disyukuri. Dengan memahami penjelasan ilmiahnya, kita tidak perlu khawatir dengan munculnya fenomena ini.


















