Ibunya Bangun Salat Subuh, Malah Temukan Anaknya Gantung Diri di Garasi

TAMBANG, KABARVIRAL – Warga Jalan Suka Makmur, Perumahan Tarai Gading, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, digegerkan dengan penemuan seorang wanita yang tewas gantung diri di garasi rumahnya, Senin (24/2/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban diketahui berinisial SS (35) dan pertama kali ditemukan oleh ibunya, Nurmaida (72), saat hendak menunaikan salat subuh. Menurut keterangan Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Tambang AKP Asril Syahputra, korban diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis setelah diberhentikan dari pekerjaannya.

“Penjelasan dari ibu korban, motif korban melakukan bunuh diri diduga karena diberhentikan dari pekerjaannya. Sejak itu, dia menjadi pendiam,” ungkap AKP Asril Syahputra.

Dijelaskan lebih lanjut, awal mula kejadian diketahui ketika Nurmaida bangun untuk salat subuh dan berusaha membangunkan korban yang biasanya tidur di ruang tamu. Namun, korban tidak ditemukan di sana. Saat mencari, sang ibu justru menemukan anaknya tergantung di garasi dengan kain berwarna hitam.

Mengetahui kejadian tragis tersebut, sang ibu langsung berteriak hingga abang korban, Sauli Sihombing, datang dan melaporkan peristiwa itu kepada Ketua RT setempat. Tidak lama berselang, aparat kepolisian dari Polsek Tambang segera mendatangi lokasi kejadian.

“Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung saya turunkan untuk datang ke TKP,” ujar AKP Asril Syahputra.

Korban kemudian diturunkan oleh keluarga dengan bantuan Bhabinkamtibmas Tarai Bangun, Bripka Lukman Hakim, serta Babinsa Tarai Bangun, Sertu Dasroni. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.

“Atas kejadian ini, pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas dan telah membuat surat penolakan untuk dilakukan visum luar dan autopsi,” terang Kapolsek Tambang.

Rencananya, jenazah korban akan dibawa keluarga ke kampung halamannya di Sipirok, Sumatera Utara, untuk dimakamkan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan cenderung memendam perasaan jika mengalami masalah.

“Hasil keterangan abang korban, korban baru saja terkena pengurangan karyawan sekitar dua minggu yang lalu dan sejak saat itu, dia menjadi lebih pendiam,” tutup Kapolsek Tambang dikutip Kabarviral dari riauterkini.com.(red/isa)