DUMAI, KABARVIRAL – Dalam rangka memperingati Hari Ibu (PHI) yang jatuh setiap 20 Desember, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Dumai menggelar pelatihan pijat bayi di Taman Terbuka Ramah Anak (Tatera) pada Selasa (17/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tatera, yang merupakan salah satu fasilitas edukatif gratis dari Pemerintah Kota Dumai, dilengkapi dengan berbagai sarana seperti taman bermain, museum, ruang laktasi, dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Lokasi ini terbuka untuk masyarakat setiap hari.
Sekretaris DPPPA Kota Dumai, Jusnidar, SKM, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pijat bayi memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan motorik dan sensorik, memperbaiki pola tidur, mempererat ikatan orang tua dan bayi, melancarkan pencernaan, hingga mencegah tantrum. Selain itu, pijat bayi juga menjadi bagian dari pengasuhan anak yang dapat membantu pencegahan stunting.
“Pemberian pijatan pada bayi merupakan bentuk pengasuhan untuk memenuhi hak anak serta upaya pencegahan stunting,” ujar Jusnidar.
Fasilitator pelatihan, Ira Azwir, menambahkan bahwa pijat bayi juga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak, meningkatkan imunitas, dan memperlancar pencernaan. Teknik pijatan yang diajarkan mencakup pijatan pada wajah, dada, perut, tangan, kaki, dan punggung.
Langsung Praktik di Lokasi
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan di Kota Dumai. Para peserta terlihat sangat antusias karena materi disampaikan secara interaktif.
“Menariknya, narasumber tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pijatan. Peserta bisa langsung mencoba dan dievaluasi bersama,” ungkap salah satu peserta.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama. Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
DPPPA Dumai terus mendorong kegiatan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak guna mewujudkan generasi emas 2045.(red/isa)


















