Ponpes Al Hanifiyah Kediri Buka Suara Terkait Kasus Santri Tewas Dianiaya Senior

KABARVIRAL.CO – Baru-baru ini, kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14) asal Banyuwangi menghebohkan media sosial. Kasus ini terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Pusat Pendidikan Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ) Al-Hanifiyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Diduga, Bintang meninggal karena dianiaya oleh empat orang seniornya. Dugaan penganiayaan ini menjadi viral setelah jasad Bintang ditemukan penuh luka-luka saat dipulangkan ke pihak keluarga. Luka yang ditemukan termasuk lebam, bekas sundutan rokok, dan jejak jeratan di leher korban.

Menyikapi viralnya kasus ini, pihak Ponpes PPTQ Al-Hanifiyah memberikan klarifikasi. Pengasuh Ponpes, Fatih, menjelaskan bahwa Bintang meninggal karena terjatuh dan terpeleset di kamar mandi.

“Saya mendapatkan laporan anak itu jatuh dan terpeleset di kamar mandi, kemudian dibawa ke rumah sakit. Yang melaporkan itu kakaknya, dan saya percaya,” kata Fatih.

Fatih menegaskan bahwa sebelumnya ia tidak mengetahui adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bintang. Dia juga mengaku tidak mengetahui secara detail kondisi Bintang ketika dipulangkan ke Banyuwangi, karena sedang sibuk mengurusi pemulangan jenazah bersama pengurus pesantren lainnya.

“Soal penganiayaan, saya tidak tahu sama sekali. Ini di luar prediksi saya. Dari awal, yang saya dengar dia terpeleset,” lanjutnya.

Pihak Ponpes PPTQ Al-Hanifiyah menyatakan telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, dan berharap agar kasus ini segera terselesaikan dengan adil dan benar.

“Semoga kasus ini segera terselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menetapkan empat orang tersangka atas kasus ini. Dari hasil penyelidikan, keempat tersangka, yaitu MN (18), MA (18), AF (16), dan AK (17), terbukti melakukan penganiayaan terhadap Bintang yang menyebabkan kematiannya.