Kabarviral.co, Bagansinembah — Suasana damai di sekitar Pasar I Dusun Bakti, Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, tiba-tiba terguncang oleh kebakaran yang melanda dua unit rumah. Kobaran api yang membara itu mengejutkan warga setempat dan menyebabkan kerugian besar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, kebakaran tersebut berasal dari dua unit rumah yang telah hangus dilalap sijago merah. Data dari Mapolsek Bagan Sinembah mengonfirmasi bahwa dua rumah yang terbakar tersebut dimiliki oleh Natal Sitorus (36) dan Irwansyah (37).
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini, namun kerugian materiil yang dialami oleh kedua korban mencapai kisaran Rp 250 juta.
Peristiwa kebakaran itu bermula pada hari Jumat (23/2/2024) saat istri korban Natal Sitorus, yakni Helmi Bakkara (35) sedang membersihkan teras rumah beserta halaman rumah.
Namun, tiba-tiba dirinya melihat kobaran api yang berasal dari ruang tengah rumahnya sudah menyala dan melalap sekitar ruang tersebut.
Melihat hal itu , kemudian dirinya yang dalam kondisi panik langsung berteriak meminta pertolongan dengan memanggil warga.
Kobaran api itu pun terlihat oleh tetangga korban, Nuriah Gultom (47) yang kemudian ikut berteriak meminta pertolongan dari warga.
Dimana, disekitar asal api itu diakui oleh korban Helmi Bakkara bahwa diruang tengah rumahnya itu terdapat terminal atau colokan listrik yang mana saat itu sebuah kipas angin sedang menyala.
Dan tepat disamping colokan listrik itu juga terdapat lemari yang berisikan pakaian-pakaian korban sehingga nyala api sangat cepat berkobar hingga tidak dapat dipadamkan lagi.
Hembusan angin juga menambah ganasnya api untuk melahap semua isi dan bangunan rumah milik korban yang terbuat dari dinding kayu papan hingga kebagian dapur rumahnya.
Kobaran api dibagian dapur yang semakin menjulang itu pun langsung merembet dan menyambar pada dinding dapur rumah milik Irwansyah yang hanya berjarak sekitar 0,5 meter.
Warga masyarakat sekitar juga terus memberikan pertolongan dengan melakukan penyiraman terhadap kobaran api.
Selain itu warga juga menghubungi tim pemadam kebakaran kecamatan Bagan Sinembah serta aparat kepolisian.
Namum, karena jarak tempuh serta kondisi jalan yang rusak berlubang, sehingga pada saat dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian kondisi api sudah mulai padam sehingga saat kedatangan tim pemadam hanya melakukan pendinginan di kedua rumah yang terbakar tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim kepolisian dari Polsek Bagan Sinembah langsung melakukan penyelidikan dan memasang garis polisi (Police Line) disekitar lokasi untuk memudahkan petugas melakukan olah TKP.
Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Imron Taheri Ssos MH yang dikonfirmasikan melalui Kanit Reskrim, Iptu Nicho Try Hardianto STrk MM yang didampingi Panit Reskrim, Iptu Reymon Basir SH membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.
” Ya benar, dan dari peristiwa itu tidak ada korban jiwa, melainkan hanya korban materi mencapai kisaran Rp 250 juta,” ujarnya.
Menurut Kanit Reskrim, bahwa kebakaran itu diduga kuat akibat adanya arus pendek dibagian ruang tengah rumah Natal Sitorus.
” Berdasarkan keterangan dari istri Natal Sitorus, yakni Helmi Bakkara, bahwa dibagian tengah rumahnya yang menjadi awal adanya api itu memang ada terpasang terminal atau colokan buat kipas angin. Yang mana saat itu posisi kipas juga sedang menyala,” terang Nicho Try Hardianto kembali.
Sementara itu Pjs Datuk Penghulu Bakti Makmur, Sujarno Spd yang dihubungi terpisah membenarkan adanya musibah kebakaran yang menimpa warganya tersebut.
” Ya benar, tadi ada dua unit rumah warga kita yang terbakar. Akan tetapi tidak ada korban jiwa, namun peristiwa kebakaran itu membuat kedua korban mengalami kerugian materi ratusan juta. Karena tidak ada barang-barang yang dapat diselamatkan,” ujarnya.
Dan untuk sementara ini, lanjutnya lagi keluarga kedua korban akan ditampung dirumah tetangganya.
” Kita sudah laporkan peristiwa kebakaran ini kepada pimpinan, yakni Camat. Dan untuk sementara ini kedua keluarga korban akan ditampung dirumah warga sekitar terlebih dahulu,” terang Sujarno kembali.**


















