
Julukan ini ditambahkan pada sejumlah julukan lain yang sebelumnya muncul di kalangan netizen Indonesia, seperti “asam sulfat” (samsul) dan “belimbing sayur” (belisa). Netizen menggunakan julukan tersebut di berbagai platform media sosial sebagai bentuk ekspresi terhadap sosok Gibran.
Al Jazeera memberikan label “Nepo Baby” saat membahas penampilan Gibran dalam Debat Pertama Cawapres Pilpres 2024, yang diadakan oleh KPU RI di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Desember 2023, pukul 19.00 WIB. Al Jazeera mencatat bahwa penampilan Gibran berhasil membalikkan kekhawatiran terkait kemampuannya dan mengungguli dua Cawapres lainnya.
Meskipun julukan ini dipopulerkan oleh netizen Indonesia, Al Jazeera memberikan perspektif lebih lanjut. Menurut mereka, “Nepo Baby” mengacu pada kesuksesan yang dicapai seseorang anak karena pengaruh keluarga yang sudah sukses, dengan “nepo” sebagai singkatan dari nepotisme dan “baby” sebagai bayi.
Wahyudi, seorang pakar linguistik Bahasa Inggris, menjelaskan bahwa istilah “Nepo Baby” muncul pertama kali di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2022. Istilah ini semakin terkenal ketika media AS, New York Magazine, membahas cerita tentang nepo baby di Hollywood.
Dalam konteks ini, istilah tersebut merujuk pada sukses yang diperoleh seseorang karena hubungan keluarga yang sudah sukses. Wahyudi menekankan bahwa istilah ini dekat dengan model kekuasaan dinasti, di mana reproduksi kekuasaan diarahkan kepada keturunan penguasa.
Sementara netizen Indonesia terbelah dalam sikap dan respon terhadap julukan “Nepo Baby,” baik pro maupun kontra. Di tengah perdebatan ini, julukan tersebut semakin menambah warna dalam arena politik jelang Pilpres 2024, menciptakan diskusi yang intens di ranah media sosial.**

















