Waspada Panas Ekstrem, BMKG Perkirakan El Nino Berakhir pada Maret 2024

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memberi keterangan kepada wartawan usai ratas El Nino di Istana Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Kabarviral, Jakarta – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan jika puncak El-Nino terjadi pada September lalu. Namun dari pengamatan satelit, Oktober masih masa puncak. Tapi pada November diprediksi dampaknya akan berkurang karena sudah memasuki masa transisi ke musim penghujan.

“El Nino masih masuk moderat sampai akhir tahun dan berakhir di Maret,” katanya.

Dwikorita menyebutkan bahwa Indonesia bagian selatan khatulistiwa akan terdampak paling lama. Di beberapa daerah di utara katulistiwa sudah hujan. Sementara di selatan katulistiwa belum terbentuk awan sehingga hujan belum akan turun. “Kalau diprediksi, baru awal November di Jawa, Nusa Tenggara, sampai Papua (yang terbentuk awan),” ucapnya.

Selain berdampak pada gagal panen dan karhutla, El Nino turut menyebabkan kenaikan suhu udara. Pada beberapa hari terakhir, suhu di beberapa wilayah dilaporkan naik drastis. Badan Meteolorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu maksimum tertinggi sempat mencapai 37,9 derajat Celcius di tanggal 27-28 September 2023, pukul 07.00 WIB.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengimbau, agar masyarakat mewaspadai kenaikan suhu udara ini guna menghindari masalah kesehatan yang bisa muncul. Salah satunya, gejala keram di otot akibat dehidrasi, yang merupakan gejala awal dari gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Karenanya, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi air putih lebih banyak dari biasa. ”Jangan tunggu haus baru minum, minumlah sering-sering,” tegas Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut.

Kemudian, masyarakat dianjurkan sedapat mungkin membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya saat tengah hari dimana matahari sedang panas-panasnya. Bila tidak memungkinkan, maka penggunaan pakaian yang berwarna cerah dan relatif longgar sangat disarankan.

”Kalau akan olahraga di luar rungan, maka pilihlah waktu yang tidak terlalu panas, mungkin di pagi hari atau sore hari, bahkan malam,” ungkapnya.

Lakukan aktivitas fisik ini secara bertahap. Misalnya, kalau bersepeda maka mulai pelan-pelan dulu sebelum dikayuh lebih cepat.

Dia juga mewanti-wanti agar orang tua tidak meniggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam mobil. Karena, hal ini sudah beberapa kali terjadi dan tentu efeknya akan lebih berat ketika cuaca sedang panas sekarang ini.

”Tak kalah penting, ikuti perkembangan berita terakhir tentang cuaca panas di daerah kita, tentu dari sumber-sumber terpercaya,” pungkas Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes tersebut.

Sumber: Jawapos