kabarViral, Rokan Hilir — Aparat gabungan dari Polres Rokan Hilir bersama Tentara Nasional Indonesia memastikan kondisi keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, telah kembali aman dan kondusif pasca aksi unjuk rasa yang sempat memanas.
Aksi yang diikuti sekitar 150 orang tersebut awalnya berlangsung damai. Massa bergerak dari Masjid Raya Panipahan sekitar pukul 14.15 WIB menuju Mapolsek Panipahan untuk menyampaikan aspirasi terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB, aparat bersama unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat menerima massa secara terbuka. Aspirasi warga didengarkan dengan baik, sementara aparat menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan melalui proses hukum yang profesional.
Namun, situasi berubah sekitar pukul 16.20 WIB. Sejumlah massa bergerak menuju rumah seorang warga yang diduga terkait jaringan narkoba. Emosi massa memuncak hingga berujung aksi perusakan dan pembakaran.
Jumlah massa yang semula ratusan orang meningkat menjadi sekitar 500 orang. Dalam insiden tersebut, empat unit sepeda motor dibakar dan sejumlah barang dari dalam rumah dikeluarkan lalu dibakar di depan lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengamanan. Melalui pendekatan persuasif yang diimbangi langkah terukur, situasi berangsur kondusif hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.
Kapolres Rokan Hilir, Isa Imam Syahroni, memastikan kondisi di Panipahan kini telah terkendali.
“Kami memastikan situasi saat ini sudah aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum,” ujarnya,
Ia menegaskan bahwa setiap persoalan, termasuk peredaran narkoba, akan ditangani secara profesional oleh aparat penegak hukum.
“Percayakan seluruh proses kepada aparat. Penanganan terhadap peredaran narkoba akan kami tindaklanjuti secara serius sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa tindakan anarkis seperti perusakan dan pembakaran tidak dapat dibenarkan serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Sebagai langkah lanjutan, pada Sabtu (11/4), Kapolres bersama Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, turun langsung ke Panipahan untuk melakukan pendekatan cooling system melalui dialog terbuka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan warga.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keresahan terkait maraknya peredaran narkoba yang dinilai merusak lingkungan sosial dan generasi muda.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir aktivitas yang berkaitan dengan narkoba.
“Pemerintah daerah tidak akan memberi ruang terhadap aktivitas yang berkaitan dengan narkoba, serta mendorong langkah penertiban yang dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dialog tersebut mendapat respons positif. Tokoh masyarakat menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memperkeruh situasi.
Saat ini, aktivitas masyarakat di Panipahan telah kembali normal. Aparat masih disiagakan di sejumlah titik guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Kapolres kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan ketertiban.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Panipahan,” pungkasnya.***


















